Enam Bulan, Pajak ABT di Kabupaten Pasuruan Capai 19,7 M

POTENSIAL: Deretan truk tangki air isi ulang yang diparkir di Prigen, beberapa waktu lalu. Semester awal ini, pajak ABT sudah mencapai 70 persen dari target. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Potensi Air Bawah Tanah (ABT) di Kabupaten Pasuruan cukup besar. Sampai pertengahan tahun 2019 ini, penerimaan pajak ABT di Kabupaten Pasuruan sudah mencapai Rp 19,7 miliar.

Realisasi selama semester awal itu, sudah mencapai 70 persen dari realisasi dalam setahun. Pada 2019 ini, pajak ABT ditarget mencapai Rp 28 miliar.

Mokhammad Syafi’i, kabid Pendataan, Penetapan, dan Pelaporan Pendapatan Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Pasuruan mengatakan, penerimaan pajak ABT selama semester awal sudah sangat bagus. “Ini, lantaran mayoritas pemakai ABT adalah Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), termasuk industri lain yang membutuhkan air untuk proses produksi,” terangnya.

Dijelaskannya, tingginya penerimaan pajak ABT itu disebabkan sejumlah faktor. Di antaranya, ada penyesuaikan Nilai Perolehan Air (NPA) terhadap penggunaan ABT pada Mei lalu. Hal ini turut mengerek penerimaan pajak ABT.

Untuk pajak ABT sendiri, diberlakukan pada air tanah yang dibor lebih dari 100 meter. Biasanya, air tanah yang dibor ini diperuntukkan untuk kebutuhan proses industri.

Saat ini jumlah yang tercatat wajib pajak ABT di wilayah setempat mencapai 600 WP untuk support produksi. Melihat realisasi yang cukup bagus itu, Syafi’i menjelaskan, Badan Keuangan Daerah (BKD) setempat masih menggodok. Apakah perlu ada penyesuaian target di Perubahan APBD (P-APBD) yang saat ini masih dibahas.

“Kami akan lihat lagi realisasi yang sudah 70 persen itu. Apakah perlu ada penyesuaikan pada P-APBD mendatang atau tidak?” terangnya.

Penerimaan Pajak ABT sendiri cukup bagus beberapa tahun terakhir. Pada 2018 lalu, dari target sebesar Rp 27 miliar, realisasinya mencapai Rp 28,9 miliar atau 107,23 persen. (eka/mie)