Banyak Pengendara Terobos saat Pawai Karnaval Kemerdekaan di Pasuruan

MELANGGAR: Sejumlah pengendara motor terlihat berada di jalan yang mestinya hanya boleh dilintasi peserta karnaval HUT RI di Kota Pasuruan, Selasa (13/8) sore. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Kesadaran pengguna jalan di Kota Pasuruan untuk tertib dalam berlalu lintas, masih perlu terus dipupuk. Selasa (13/8), sejumlah pengendara terlihat masih menerobos jalur yang mestinya steril untuk digunakan sebagai rute karnaval HUT RI gelaran Pemkot Pasuruan.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Bromo, sejumlah pengendara sepeda motor dan mobil terlihat melewati rute karnaval di Jalan Panglima Sudirman dan Jalan Pahlawan. Kondisi ini membuat dua ruas jalan ini semrawut dan macet.

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pasuruan Wahid Yulianto mengatakan, rute karnaval itu seharusnya steril dari kendaraan. Pihaknya sudah melakukan sosialisasi tentang jalur yang menjadi rute karnaval menggunakan baliho di sejumlah titik. Seperti di GOR Untung Suropati (Unsur) dan di Jalan Sultan Agung.

Rute ini dimulai dari Stadion Unsur–Jalan Slagah–Jalan Panglima Sudirman–Jalan Erlangga–Jalan Hasanuddin–Jalan Sumatera–Jalan KH Wachid Hasyim–Alun-Alun–Jalan WR Supratman–Jalan Pahlawan dan berakhir di Stadion Unsur. “Seharusnya memang steril. Pemkot sudah memberi imbauan agar masyarakat bisa menggunakan jalur lain dan menghindari jalur tersebut,” ujarnya.

Wahid menjelaskan, pihaknya juga menutup jalur masuk kota dari arah timur dan diarahkan untuk melewati jalur lingkar selatan (JLS) Kota Pasuruan. Namun, untuk kendaraan dari arah barat yang hendak ke timur dipebolehkan menggunakan Jalur Pantura.

Ia mengaku juga sudah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Pasuruan Kota. Dishub sendiri sudah menerjunkan petugas untuk menjaga setiap persimpangan. Namun, pihaknya tidak bisa melarang penuh saat ada kendaraan melintas.

Menurutnya, kondisi ini wajar. Sebab, karnaval ini merupakan kegiatan sekali dalam setahun. Sehingga, dimungkinkan banyak masyarakat yang menerobos jalur untuk melihat dan mengambil foto dari dekat.

“Namun, kami tetap akan melakukan evaluasi terkait masalah ini. Mulai dari antisipasi kemacetan dan pengendara yang nakal. Agar tidak terjadi tahun depan,” ujar Wahid. (riz/fun)