Aboge Baru Rayakan Idul Adha Selasa

LECES, Radar Bromo – Pemerintah telah menetapkan Hari Raya Idul Adha jatuh pada Minggu (11/8). Namun, berbeda dengan Jamaah Islam Aboge di sejumlah kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Mereka baru melaksanakan salat Idul Adha Selasa (14/8).

Seperti Jamaah Islam Aboge di Dusun Krajan, Desa/Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo. Sekitar pukul 06.30, mereka menggelar salat Idul Adha di sebuah musala di Dusun Krajan.

Sama halnya seperti salat Idul Fitri, seusai menggelar salat Idul Adha, acara dilanjutkan dengan saling bermaaf-maafan antarjamaah. Kemudian dilanjutkan dengan menyantap tumpeng yang dibawa masing-masing jamaah. Hal itu dilakukan sebagai wujud syukur dan menjaga kerukunan antarwarga.

Mereka juga menggelar pemotongan hewan kurban. Tahun ini, mereka berkurban seekor sapi dan 3 ekor kambing. Daging kurban ini diberikan kepada semua jamaah Aboge. Hal itu disampaikai tokoh Islam Aboge di Dusun Krajan, Desa Leces, Kiai Buri Mariyah.

Menurutnya, Jamaah Aboge perpedoman pada kitab Mujarobah atau kitab Jawa Kuno. Dari perhitungannya, penentuan awal bulan Zulhijah jatuh pada hari Minggu (4/8). Karenanya, tanggal 10 Zulhijah jatuh pada Selasa (13/8) Kliwon atau dua hari setelah hitungan pemerintah.

“Dari perhitungan kami, 10 Zulhijah jatuh pada hari ini (13/8). Selisih dua hari dengan pemerintah. Kali ini kami menyembelih satu ekor sapi dan tiga ekor kambing,” ujarnya.

Salah seorang jamaah Aboge, Usman, 37, mengatakan, selama ini meski pihaknya berbeda dengan jadwal yang ditentukan pemerintah, tak ada konflik yang mendalam. Menurutnya, masalah hitungan hanya persoalan keyakinan. Serta, sama-sama memiliki dasar yang kuat. “Meski berbeda dengan pemerintah, namun kami tetap rukun dengan warga sekitar,” ujarnya. (rpd/rud)