Simpan Sabu 40 Gram, Kakek 6 Cucu asal Dringu Diamankan

SUDAH SEPUH: Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal (kiri) menunjukkan tersangka Supaman didampingi Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman Wahyudi, Senin (12/8) pagi. (Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Warga Desa Kalirejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Suparman, 61, harus menghabiskan masa tuanya di balik jeruji besi. Rabu (7/8) lalu, dia dibekuk anggota Polsek Mayangan, Polres Probolinggo Kota karena kasus narkotika.

Kakek enam cucu yang ini disangka menjadi pengedar sabu-sabu. Polisi menyebut, tersangka dibekuk ketika hendak bertransaksi di Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo. Darinya, polisi mengamankan barang bukti berupa 40 gram sabu-sabu.

Penangkapan dilakukan jajaran Polsek Mayangan usai mendapat informasi dari masyarakat. Yakni, adanya seorang yang Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Mayangan akan bertransaksi narkoba.

Mendapat informasi itu, Kapolsek Mayangan Kompol Ahmad Firman Wahyudi mengutus anggotanya untuk menyamar dan mengintai tersangka. Sekitar pukul 15.30, tersangka dibekuk di Jalan Lumajang di dekat Perumahan Sumbertaman Indah.

“Saat penangkapan, petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa sebuah plastik klip berisi sabu seberat 0,76 gram,” ujar Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal, Senin (12/8).

Petugas juga menggeledah rumah tersangka. Hasilnya, mereka mendapatkan dua paket sabu-sabu. Masing-masing seberat 18 gram dan 20 gram. “Tersangka sangat licin. Dia sudah kami incar sejak lama. Namun, baru bisa kami bekuk Rabu kemarin. Berdasarkan keterangan tersangka, sabu biasanya dia dijual di daerah Pasuruan dan Probolinggo. Dari banyaknya sabu yang ada, tersangka tergolong bandar besar,” ujarnya.

Selain sabu-sabu, polisi juga mengamankan barang bukti berupa sebuah timbangan elektrik, sebuah bong, sebuah pipet kaca, sepuluh klip plastik kosong, dan satu unit handphone.

Alfian mengatakan, tersangka mengaku mendapatkan bawang dari seseorang yang mengaku berasal dari Klakah, Kabupaten Lumajang. Barang yang dibeli seharga Rp 1,4 juta per gram itu, kemudian dijual Rp 1,5 juta per gram.

Atas perbuatannya, Suparman disangka melanggar pasal 114 (2) atau pasal 112 (2) UU Nomor 35/2009 tentang Narkotika. Ancaman hukumannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal seumur hidup. (ar/fun)