Polisi Kirim Sampel ke BPOM untuk Ketahui Permen yang Diduga Beracun

PAJARAKAN, Radar Bromo – Pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan atas kasus permen yang mengakibatkan dua orang warga Desa Karanggeger, keracunan, Sabtu (10/8) lalu. Hingga Senin (12/8), pihak kepolisian telah memeriksa tiga orang.

AKP Sugeng Harianto, Kapolsek Pajarakan mengatakan, kesimpulan sementara kasus tersebut adalah keracunan. Namun, hingga Senin pihaknya belum bisa memastikan apa yang membuat Husniati, 40, dan Yuliati, 40, mengalami keracunan hingga sempat dirawat medis. “Hasil penyelidikan keduanya keracunan,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Sejauh ini tindakan yang dilakukannya, yaitu mengamankan sebagain sisa permen dirumah korban. Selain itu, sebagian lain didapat dari toko Baeri. Permen yang diamankannya itu, dikirimkan ke Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Surabaya. Tujuannya, mengetahui kandungan zat beracun.

“Permen juga sudah kami serahkan ke Dinas Kesehatan untuk diperiksa melalui BPOM. Tujuannya mengetahui kandungan permen. Jadi, untuk sementara kami masih menunggu hasilnya yang akan keluar 2 minggu lagi,” kata Sugeng ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan keterangan penjual, permen tersebut dijual sudah sekitar 6 bulanan. Selama itu, tidak pernah ada kejadian seperti yang dialami dua orang warga Karanggeger tersebut. Bahkan, setelah keduanya keracunan anaknya sempat mencoba. Tetapi, tidak terjadi apa apa.

“Keterangan yang terkumpul sementara seperti itu. Kami masih mendalami lebih lanjut. Dan menurut keterangan penjual (Baeri), permen itu didapat dari sales yang berasal dari Kota Probolinggo,” terangnya.

Pihaknya sendiri menunggu hasil resmi dari BPOM. Jika memang hasilnya menyatakan bahwa permen tersebut bahaya, pihaknya akan memintai keterangan dari sales tersebut. “Kami masih menunggu. Kalau berbahaya kemungkinan kami periksa juga dan akan menggelar operasi besar-besaran,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pajarakan Dr Saiful Bahri mengatakan, sejauh ini pihaknya tidak bisa mematikan penyebab dua warga yang keracunan. Pihaknya lebih memilih untuk menunggu hasil pemeriksaan BPOM.

“Sekarang kami belum bisa memastikan, kami juga masih menunggu hasil pemeriksaan BPOM juga. Akan tetapi ketika dirawat, keluhannya itu pusing dan mual setelah makan permen,” katanya. (sid/fun)