Kambing Melimpah saat Idul Adha, Tapi Permintaan Ikan Meningkat

MAKIN LARIS: Dua orang warga mengangkat ikan hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Pantai, Mayangan, Kota Probolinggo, beberapa waktu lalu. Permintaan ikan meningkat meski ada peringatan hari daya Idul Adha. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

MAYANGAN, Radar Bromo – Pasca hari raya Idul Adha 1440 Hijriah, permintaan ikan laut di Kota Probolinggo, meningkat. Ini, diduga karena masyarakat menjadikan ikan sebagai alternatif dengan tingginya konsumsi daging saat Idul Adha.

“Cukup banyak yang beli ikan dibandingkan sebelumnya. Terutama ikan seperti udang, cumi, dan tongkol,” ujar salah satu pedagang ikan di Pasar Mayangan, Lilik, 40.

Lilik mengatakan, rata-rata pembelinya mengaku jenuh dengan daging merah, seperti daging sapi dan daging kambing. Sehingga, memilih mengganti dengan ikan atau tahu tempe. “Tadi yang banyak dibeli itu cumi-cumi dan udang. Biasanya sehari bisa jual 10 kilogram, tadi sampai siang sampai 13 kilogram untuk cumi-cumi dan udang. Memang ada yang beli buat dijual lagi,” ujarnya.

Hal yang sama diungkapkan Sutanto, 40, warga Kecamatan Banyuanyar, Kabupaten Probolinggo, yang merupakan pedagang ikan keliling. Ia mengatakan, sejak Minggu (11/8), banyak yang memesan ikan buat hari ke dua Idul Adha.

“Saya biasanya ninggalin nomor HP ke pelanggan buat yang mau pesan ikan. Hari ini sudah banyak dipesan ikan buat diantar hari ini. Yang banyak dicari ikan tongkol, cumi, dan udang. Selain membeli untuk dijual keliling, saya juga beli buat yang dipesan,” ujarnya.

Sutanto mengakui, hampir setiap Idul Adha, mendapat pesanan yang lebih banyak untuk ikan segar. “Biasanya setiap hari saya kulakan beberapa jenis ikan hanya 5-8 kilogram. Tapi, karena ada pesanan total sampai 10 kilogram,” ujarnya. (put/fun)