Innalillahi, Dua Jamaah asal Lumbang dan Tegalsiwalan Meninggal di Makkah

KRAKSAAN, Radar Bromo – Berita duka datang dari Makkah, Arab Saudi. Dua jamaah haji asal Kabupaten Probolinggo, meninggal dunia. Mereka sama-sama jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) sub 13.

Dua jamaah itu adalah Misnatu, 81, warga Kecamatan Lumbang. Dia meninggal dunia usai melaksanakan wukuf di Arafah, pada Senin (12/8). Serta, Slamet, 59, warga Desa Sumberkledung, Kecamatan Tegalsiwalan. Dia meninggal dunia ketika hendak melakukan wukuf di Arafah, Minggu (11/8).

Kasi Haji dan Umrah Kemenag Kabupaten Probolinggo Taufik mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Misnatu sebelum melaksanakan ibadah haji sudah sakit karena faktor usia. Namun, saat dilakukan cek kesehatan di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya, dinyatakan masih laik terbang.

Dalam melakukan rangkaian ibadah haji, Misnatu selalu didampingi petugas haji. Namun, kondisi itu tidak menyurutkan niatnya untuk menyelesaikan semua rangkaian ibadah haji. “Memang sudah sakit saat berangkat. Namun, masih layak terbang. Saat melakukan ibadah haji, beliau menggunakan kursi roda. Namun, saat wukuf di Padang Arafah, kondisi kesehatannya semakin menurun,” ujar Taufik.

Sedangkan, Slamet meninggal sehari sebelum melakukan wukuf di Arafah. Slamet yang hendak melaksanakan wukuf, dipanggil lebih awal oleh Allah. “Sebelumnya ada juga yang meninggal dunia, Slamet jamaah asal Tegalsiwalan. Beliau masih belum menjalani wukuf,” ujarnya.

Menurutnya, jamaah haji banyak mengalami kelelahan karena rangkaian perjalanan menuju puncak haji sangat panjang. Mulai wukuf di Arafah, mabit di Musdalifah, hingga lanjut ke Mina.

“Sebelum meninggal, kedua jamaah haji sudah mendapatkan pertolongan dari Rumah Sakit Arab Saudi Al Noor Makkah. Namun, tidak tertolong. Mereka sudah di-badal hajikan oleh petugas yang ada di sana. Kemungkinan beliau akan dimakamkan di Ma’la,” ujar Taufik. (ar/rud)