Harga Cabai di Probolinggo Turun Hanya Rp 10 Ribu

KANIGARAN, Radar Bromo – Harga cabai rawit di Kota Probolinggo yang terus melambung belum membuat Pemkot Probolinggo bergerak melakukan operasi pasar. Alasannya, Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) masih perlu berkoordinasi dengan Badan Logistik (Bulog).

“Untuk operasi pasar, DKUPP tidak bisa menjalankan secara langsung sendiri. Tapi, harus dilakukan kerja sama dengan distributor dalam hal ini Bulog. Kami perlu melakukan koordinasi jika memang akan dilakukan operasi pasar cabai rawit,” ujar Kepala Bidang Perdagangan DKUPP Kota Probolinggo Subagyo.

Subagyo mengakui, harga cabai rawit masih tinggi, meski sudah berlangsung selama sebulan lebih. Hal ini disebabkan berbagai faktor. “Seperti pada April-Mei, banyak petani yang mulai mencabut tanaman cabai rawitnya karena penyakit. Sehingga, membuat stok cabai juga berkurang. Belum lagi ada gagal panen yang bersamaan di sejumlah daerah di Jawa Timur, sehingga pasokan cabai berkurang,” ujarnya.

Berdasarkan data DKUPP, harga cabai rawit di Pasar Baru Kota Probolinggo sempat menyentuh Rp 90 ribu per kilogram pada Minggu (11/8). Namun, Senin (12/8), turun menjadi Rp 80 ribu per kilogram.

Subagyo mengatakan, selain stok yang berkurang, permintaan masyarakat untuk cabai rawit juga meningkat. “Seperti banyaknya kegiatan selamatan dan hari raya, membuat permintaan cabai rawit tinggi. Sedangkan stok cabai terbatas,” ujarnya. (put/fun)