Dari 29 Kelurahan, Baru Ada 11 Kelurahan Tangguh Bencana

KEDOPOK, Radar Bromo – Dari 29 kelurahan di Kota Probolinggo, ada 11 kelurahan yang dinyatakan masih berpotensi terjadi bencana. Seperti, lahar dingin, air pasang atau rob, kebakaran, dan angin kencang. Karenanya, 11 desa itu dibentuk sebagai kelurahan tangguh bencana.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo, ada 11 kelurahan di Kota Probolinggo yang berstatus kelurahan tangguh bencana. Di antaranya, Kelurahan Kedopok, Sumber Wetan, Sukabumi, Kareng Lor, Mayangan, Pilang, Jrebeng Lor, Jati, Triwung Kidul, Triwung Lor, dan Kelurahan Kedungasem.

“Penetapan suatu kelurahan menjadi kelurahan tangguh bencana, biasanya di kelurahan tersebut ada potensi bencana tertentu. Sehingga, masyarakatnya bisa disiapkan untuk menghadapi bencana jika sewaktu-waktu terjadi,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Pridjo Djatmiko.

Pridjo mencontohkan, di Kelurahan Mayangan, ada potensi bencana banjir rob, terutama di Kampung Dok. Karenanya, warganya disiapkan untuk menghadapinya. Seperti menempatkan dokumen di tempat yang lebih tinggi, sehingga tak terendam air. “Bisa juga pengamanan alat kelistrikan di posisi yang aman,” ujarnya.

Potensi bencana banjir tidak hanya terjadi di wilayah utara. Sejumlah kelurahan di wilayah selatan Kota Probolinggo, juga berpotensial mengalaminya. “Seperti di Sumber Wetan, Jrebeng Lor, Pilang, Triwung Lor, dan Triwung Kidul, itu ada potensi banjir lahar dingin. Wilayahnya dilalui sungai yang bersumber dari wilayah Bromo,” ujarnya. (put/fun)