Bikin Khawatir, MUI Minta Polisi Usut Tuntas Permen yang Buat Orang Keracunan

PAJARAKAN, Radar Bromo – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Probolinggo, ikut bereaksi atas adanya kasus dua warga yang keracunan akibat permen. MUI meminta pihak kepolisian agar bisa menuntaskan perkara tersebut.

Hal itu diungkapkan Yasin, Sekretaris MUI setempat. Menurut Yasin, pihaknya meminta agat pihak kepolisian mengungkap distributor dan produsen permen. Ia hawatir jika barang tersebut menyebar, makin banyak korban yang berjatuhan.

“Kalau betul permen itu mengandung racun, aparat harus mengungkap distributor dan produsennya. Siapa dan dimana. Supaya bertanggungjawab. Kami khawatir barang itu menyebar ke berbagai tempat, sehingga membahayakan masyarakat luas,” katanya.

Pihak MUI sendiri saat ini menunggu hasil penyelidikan aparat dan tim Badan BPOM. Harapannya, yaitu kasus tersebut segera terungkap. Sehingga tidak ada keresahan yang terjadi dimasyarakat.

“Dalam ajaran agama Islam, makanan yang diperintah untuk dikonsumsi syarat nya ada dua. Pertama Halal, kedua Thoyyib. Halal dasarnya ada dalil yang membolehkan atau tidak dilarang untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Sementaram kata Yasin, Thoyyib berkaitan erat dengan kesehatan. Baik kualitas barangnya maupun kuantitas kadar yang diijinkan. Termasuk cara mengolah maupun cara mengkonsumsinya. Islam sangat menekankan untuk mengkonsumsi makanan dan minuman yang Halal dan Thoyyib.

Islam, masih kata Yasin, sangat melindungi jiwa dan raga manusia. “Karena itu kami mendorong agar segera terselesaikan. Harapannya masyarakat tidak diresahkan,” ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, dua warga Desa Karanggeger, Kecamatan Pajarakan, Kabupaten Probolinggo, mendapat perawatan medis di puskesmas setempat, Sabtu (10/8) malam. Keduanya yakni Husniatu dan Yuliatin, dikabarkan mendadak pingsan setelah menelan permen. Mereka diduga keracunan dari permen yang dibeli berwarna kuning dan merah yang dijual di toko milik Baeri warga Desa Karanggeger, Kabupaten Probolinggo. (sid/fun)