Sepanjang 2018, Pop City dan 888 Sumbang Pemasukan Hingga Rp 273 juta

BAYAR PAJAK: Suasana di depan Pop City saat pagi hari. Hingga per 25 Juni, tempat hiburan seperti Pop City, memberi pemasukan sekitar Rp 124 juta ke Kota Probolinggo. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari tempat hiburan tahun 2018 mencapai Rp 273 juta. PAD ini bersumber dari 2 tempat hiburan yang ada saat ini yaitu Pop City dan 888.

Hal ini diungkapkan Slamet Swantoro, kabid Pajak dari Badan Pengelolaan pendapatan, keuangan dan Aset (BPPKA) Kota Probolinggo. “PAD dari 2 tempat hiburan sampai akhir 2018 mencapai Rp 273 juta. Data ini adalah yang disetorkan dari dari tempat hiburan ke BPPKA,” ujarnya.

Adapun rinciannya, Rp 233 juta dari Pop City. Sedangkan dari 888 sebesar Rp 40,2 juta. Dari data PAD ini maka bisa diperoleh omzet dari 2 tempat hiburan ini.

“Berdasarkan perda pajak hiburan itu sebesar 25 persen dari omzet. Sehingga jika dari Pop City pajaknya Rp 233 juta, maka omzetnya sebesar berdasarkan perda pajak hiburan itu sebesar 25 persen dari omzet. Sehingga jika dari Pop City pajaknya Rp 233 juta, maka omzetnya sebesar Rp 933 juta per tahun,” jelasnya.

Bagaimana dengan 888? Jika dipakai dengan rumus yang sama seperti diatas, maka untuk 888 dengan pendapatan sebesar Rp 40,2 juta. Dengan begitu diperkirakan omzet sebesar Rp 160 juta per tahun.

“Sistem penghitungan pajak ini berdasarkan yang dilaporkan oleh 2 tempat hiburan. Tinggal melihat sendiri situasi disana saat sebelum proses tidak perpanjangan izin,” jelasnya.

Sedangkan untuk tahun 2019, sampai tanggal 25 Juni 2019, Pop City menyumbangkan PAD sebesar Rp 124 juta. Sedangkan 888 menyumbang PAD sebesar Rp 22 juta. (put/fun)