Pura-pura Minta Sumbangan, Warga Pohgading di Pasrepan Malah Gondol Ponsel

SAMPAI TERJATUH: Polsek Pasrepan saat olah TKP. Disitu terungkap, Umi Kulsum sampai terjatuh saat mengejar tersangka Samsul Arifin (foto inset). Samsul Arifin saat itu sempat hendak kabur, usai ketahuan mencuri ponsel dengan kedok meminta sumbangan di Pasrepan. (Istimewa)

Related Post

PASREPAN, Radar Bromo – Ketagihan mengkonsumsi narkoba membuat Samsul Arifin, 35, kalap. Segala cara dilakukan oleh pria asal Desa Pohgading, Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan itu, demi mendapatkan uang. Termasuk berpura-pura sebagai peminta sumbangan, sebelum akhirnya terpergok menggasak ponsel di rumah warga.

Kelakuan Samsul itu bahkan terbilang nekad. Sabtu (10/8) siang, ia berkeliling di Desa Ampelsari, Kecamatan Pasrepan. Dengan mengenakan setelan sarung, baju kokoh dan peci, Samsul mendatangi satu per satu rumah warga. Begitu pun saat mendatangi rumah Siroji Ahmad, 31.

Merasa aman lantaran kondisi rumah sepi, Samsul nyelonong masuk. Sebuah smartphone produk Korea Selatan yang tergeletak di dalam rumah itu, nyaris berhasil digondol. Untung, Siroji pulang di waktu yang tepat. Ia bersama ibunya, Umi Kulsum baru saja membeli tabung elpiji. Mereka curiga akan gelagat Samsul yang saat itu baru saja keluar dari rumah mereka.

Saat ditanya, Samsul berdalih hendak meminta sumbangan. Siroji yang enggan percaya begitu saja, langsung bergegas masuk ke dalam rumah guna mengecek barang-barang miliknya. Benar saja, ponsel miliknya raib dari tempat semula. Seketika Samsul mempercepat langkah, menuju motornya di tepi jalan.

Setelah menyalakan mesin, Samsul hendak kabur. Umi Kulsum tak tinggal diam. Ia berusaha menahan Samsul dengan memegangi planger motor yang dikendarai Samsul. Sementara Samsul tak mengindahkan. Ia tancap gas, hingga Umi Kulsum terseret sejauh lima meter. Ia pun jatuh, lututnya terluka. Namun Umi Kulsum berteriak sekencangnya.

Warga yang berdatangan langsung tanggap jika Samsul seorang maling. Ia dikepung dan tertangkap. Samsul hanya pasrah saat digelandang ke Mapolsek Pasrepan. Polisi yang memeriksanya, menemukan ponsel milik Siroji di saku celana dalam Samsul.

“Setelah kami dalami keterangan dari tersangka, ternyata dia seorang residivis dalam kasus yang sama di Malang,” terang Kapolsek Pasrepan, AKP Cahyo Widodo melalui Kanit Reskrim Aipda Hasanudin. Samsul yang kini menyandang status tersangka langsung ditahan di sel. Ia dijerat dengan pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

Polisi masih terus mengembangkan kasus itu. sebab tak menutup kemungkinan Samsul juga beraksi di tempat lain. dengan modus meminta sumbangan.“Dari keterangan tersangka, dia mencuri karena butuh uang untuk membeli sabu. Dia sendiri mengakui saat itu sedang sakau,” pungkas Hasanudin. (tom/fun)