Bagikan Daging Kurban tanpa Kantong Plastik Belum Banyak Diterapkan

RAMAH LINGKUNGAN: Aktivitas pembungkusan daging kurban di rumah Wawali Moch Soufis Subri yang menggunakan bahan ramah lingkungan berupa daun pisang dan besek, Minggu (11/8). (Ridhowati Saputri/Radar Bromo)

Related Post

KANIGARAN, Radar Bromo – Imbauan untuk tak menggunakan kantong plastik sebagai wadah daging kurban, belum cukup efektif. Di lapangan, masih banyak warga yang membagikan daging kurban dengan tas kresek.

Hal itu yang dilakukan Rudi Nur, 40. Warga Kelurahan Kanigaran ini mengaku, sejatinya ia sudah mengetahui tentang imbauan menggunakan wadah ramah lingkungan untuk pembagian daging kurban.

“Sudah tahu soal imbauan itu. Tapi, kami belum mempersiapkan khusus wadahnya. Akhirnya, ya pakai plastik lagi,” ujarnya.

Rudi dan sejumlah warga mengaku, telah mempersiapkan daun pisang. Namun, jumlahnya terbatas. Daun pisang ini pun digunakan sebagai alas saat daging dibagi-bagi.

“Kalau untuk wadah yang akan dibagikan ke warga, jelas kurang. Bagusnya, diwadahi besek dan daun pisang atau daun jati. Tapi, belum beli besek (wadah anyaman dari bambu),” ujarnya.

Namun, Rudi memastikan tidak menggunakan plastik berwarna hitam. Plastik yang digunakan adalah plastik bening. “Kalau plastik hitam itu rawan dengan residu racunnya. Semoga tahun depan bisa lebih dipersiapkan untuk wadahnya yang lebih ramah lingkungan,” ujarnya.

Di sisi lain, Minggu (11/8) Wakil Wali Kota Probolinggo Moch Soufis Subri memberi contoh dengan membagikan daging kurban tanpa menggunakan tas kresek atau kantong plastik. Ia memilih menggunakan bahan yang ramah lingkungan. Yakni, berupa besek dan daun pisang.

“Sebelumnya, kami pernah menggunakan daun pisang untuk wadah daging. Kemudian tahun lalu pakai plastik. Sekarang, kami gunakan besek dan daun mengikuti imbauan pemerintah untuk mengurangi penggunaan kantong plastik dalam perayaan Idul Adha,” ujar Subri.

Subri mengungkapkan, saat ini keberadaan sampah plastik terus meningkat. Padahal, sampah jenis ini sulit untuk diurai kembali.

“Sehingga, kami memilih menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan bisa diurai. Harapannya, masyarakat bisa melakukan hal yang sama dalam rangka mengurangi sampah plastik,” jelasnya. (put/mie)