TPA Bestari Penuh, Pemkot Bangun Sanitary Landfill Anyar

MAYANGAN, Radar Bromo – Rencana Pemkot Probolinggo membangun sanitary landfill akan terwujud. Kini, proyek senilai Rp 4,4 miliar itu sudah rampung dilelang. Namun, tempat pemusnahan sampah anyar ini baru bisa difungsikan tahun depan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo Budi Krisyanto mengaku, terus berupaya menyelesaikan permasalahan kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bestari, yang sudah penuh. Salah satunya dengan membangun sanitary landfill baru.

“Pembangunan sanitary landfill baru ini untuk menampung sampah yang masuk ke TPA Bestari. Saat ini untuk sell satu sudah overload, sehingga perlu dibangun baru,” ujarnya.

Lokasi sanitary landfill baru itu masih berada di dalam TPA Bestari. Namun, sanitary landfill baru ini daya tampungnya juga terbatas. “Hanya mampu menampung sampah selama 3-4 tahun ke depan. Setelah itu, harus mencari alternatif lain untuk menampung sampah yang dihasilkan masyarakat,” ujar Budi.

Budi mengaku, pihaknya mengusulkan TPA terintegrasi untuk Kota-Kabupaten Probolinggo dan Kabupaten Lumajang. Usulan ini masih diproses di Gubernur. Selain itu, DLH juga intensif mensosialisasikan kepada masyarakat untuk mengurangi sampah. Sehingga, sampah yang masuk ke TPA berkurang. “Intinya kami ingin mengurangi beban sampah yang masuk ke TPA,” ujarnya.

Menurutnya, proses lelang pembangunan sanitary landfill ini sudah selesai dilakukan penadatanganan kontrak. Berdasarkan informasi dari LPSE Kota Probolinggo, proyek ini dimenangkan oleh PT Ganesha Jaya dari Surabaya. Dengan pagu Rp 4,4 miliar, mereka menawar Rp 3.847.279.000. “Diharapkan sanitary landfill bisa digunakan pada 2020,” ujar Budi. (put/rud)