Sasar Tempat Karaoke di Warung-Warung, Amankan 2 Pramuniaga

MAYANGAN, Radar Bromo – Berdirinya sejumlah tempat karaoke lesehan di Kota Probolinggo, menjadi sorotan Satpol PP kota setempat. Dalam razia Jumat (9/8) malam, tempat karaoke dijadikan sasaran razia. Hasilnya, dua pramuniaga diamankan.

Kasi Ops Satpol PP Kota Probolinggo Hendra Kusuma, menjelaskan, razia itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas penutupan dua tempat hiburan malam. Yaitu, tempat karaoke Pop City dan 888.

Razia sengaja menyasar tempat karaoke yang disediakan di warung-warung. Ada dua tempat karaoke lesehan yang didatangi. Yaitu di Jalan Citarum dan Jalan Kapuas. Namun, dua tempat karaoke lesehan tersebut tutup.

Petugas lantas bergeser ke tempat karaoke di Jalan Semeru. Namun, sejumlah tempat karaoke lesehan yang menjadi sasaran juga tutup.

Razia dilanjutkan ke tempat karaoke lesehan di Jalan Profesor Hamka. Ada beberapa tempat karaoke lesehan yang sedang ramai pengunjung di jalan ini. Dengan sigap petugas langsung melakukan penggeledahan.

“Kami tunjukkan surat kepada pemilik tempat karaoke, kami lakukan cara persuasif,” bebernya.

Di antaranya, mengecek KTP para pengunjung dan pekerja. “Saat itulah kami menemukan dua karyawan atau pelayan yang belum bisa menunjukan identitasnya. Sehingga petugas langsung membawanya ke Mako,” bebernya

Dari hasil pemeriksaan tempat karaoke lesehan itu, petugas tidak mendapati adanya miras. Sehingga, petugas hanya membawa dua pelayan dari sana.

Tuntas merazia tempat karaoke lesehan, petugas bergeser ke Jalan Basuki Rahmad, timur Pasar Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Di lokasi ini, diamankan 5 Pekerja Seks Komersial (PSK) yang sedang mangkal. Tanpa perlawanan, mereka dibawa ke Mako Satpol PP di Jalan Panglima Sudirman.

Razia Satpol PP yang menyasar tempat karaoke lesehan tersebut merupakan agenda rutin, selain razia pesta miras. “Selain mencegah penyalahgunaan miras, razia ini juga sebagai tindak lanjut penutupan dua tempat hiburan malam,” pungkasnya. (rpd/hn)