Rumah Dinas SDN 2 Wangkal Gading Ludes Dilalap Api    

AMUK SI JAGO MERAH: Petugas kepolisian saat mengecek kondisi reruntuhan bangunan yang ludes dilalap api. Inset, api saat melalap gedung rumah dinas SDN Wangkal 2. (Foto: Achmad Arianto/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

GADING, Radar BromoDiduga karena korsleting, rumah dinas SDN 2 Wangkal, Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo, terbakar. Kebakaran yang terjadi Minggu (11/8) pagi itu, diperkirakan menyebabkan kerugian sekitar Rp 30 juta.

Kepala SDN 2 Wangkal Nurhadi Purwanto, 52, mengatakan, bangunan yang terbakar itu merupakan rumah dinas. Namun, saat ini dialihfungsikan sebagai gudang peralatan pramuka sekolah. Posisinya ada di sebelah timur bangunan sekolah.

“Bangunan itu sebenarnya rumah dinas. Namun, karena tidak terpakai, sementara digunakan untuk gudang,” ujarnya.

Nur menduga, penyebab kebakaran karena korsleting. Akibatnya, gudang dan semua peralatan pramuka yang ada di dalamnya, terbakar. Sekolah pun menderita kerugian sekitar Rp 30 juta.

“Tapi beruntung, api bisa dipadamkan berkat kesigapan warga dan petugas pemadam kebakaran. Jadi, tidak merembet ke bangunan lain. Hanya tembok perpustakaan sekolah yang sedikit hangus,” terangnya.

Kebakaran itu sendiri diketahui warga sekitar usai salat Idul Adha. Sejumlah saksi mata menyebut, api diketahui membakar gudang sekitar pukul 08.15.

Seperti yang disampaikan Muslim, 32, warga Dusun Krajan, Desa Wangkal. Muslim yang saat itu sedang berjualan buah di depan sekolah mengatakan, dirinya melihat kepulan asap dari sekolah.

Begitu melihat kepulan asap, Muslim memberitahu warga sekitar. Warga pun langsung berkumpul di depan sekolah. Mereka berniat masuk ke sekolah untuk mengetahui sumber api.

Namun, pintu gerbang sekolah terkunci. Akhirnya, Muslim bersama sejumlah warga melompat pagar untuk masuk ke sekolah.

“Dari luar kami cuma bisa melihat asap yang mengepul. Asalnya dari mana, tidak tahu. Karena terhalang gedung utama. Akhirnya kami melompat pagar agar mengetahui dari mana asap itu muncul,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Supamuji, 62, warga yang rumahnya di sebelah timur gudang. Menurutnya, dirinya saat itu baru selesai salat Idul  Adha.

“Saya sedang di rumah, baru selesai Salat Id. Lalu ada tetangga yang memanggil saya. Dikiranya, rumah saya terbakar. Sebab, rumah saya  memang persis di timur gudang,” ujarnya.

Supamuji lantas keluar rumah untuk melihat kebakaran yang diinformasikan tetangganya itu. Saat itulah, dia melihat gudang di SDN 2 Wangkal terbakar.

Dia bersama warga lain yang berkumpul di depan sekolah, berusaha masuk untuk memadamkam api. Namun, tidak bisa karena gerbang sekolah terkunci.

Sejumlah warga lantas masuk ke sekolah dengan cara melompat tembok di sisi timur dan selatan sekolah. Sebagian yang lain medobrak pagar sekolah.

“Karena gerbang tertutup, akhirnya warga mendobrak pagar sekolah. Lalu kami bersama-sama memadamkan api menggunakan alat seadanya. Ada juga sebagian warga yang masuk dengan cara melompati tembok,” paparnya.

Kapolsek Gading Iptu Bagus Purnama membenarkan kebakaran itu. Menurutnya, sekitar pukul 08.15, pihaknya mendapat laporan dari Kepala SDN 2 Wangkal Nurhadi Purwanto. Warga Desa Ketompen, Kecamatan Pajarakan, itu melaporkan sekolahnya terbakar.

Mendapat laporan tersebut, pihaknya langsung mendatangi sekolah bersama Koramil Gading. Mereka bersama warga lantas memadamkan api.

”Kami bersama Koramil setempat langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Juga membantu warga memadamkan api,” Jelasnya.

Kapolsek menduga, kebakaran terjadi karena korsleting. Ini juga didasarkan pada penjelasan tukang kebun SDN 2 Wangkal, Yusuf Arifin, 25. Warga Desa Wangkal itu menyebut, lampu di sekolah biasanya dimatikan pukul 09.00.

“Tukang kebun menjelaskan, sebelum pukul delapan dirinya lewat di depan sekolah bersepeda motor. Namun, tidak melihat ada keanehan di sekolah,” katanya.

Sekitar 30 menit kemudian, tim pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Probolinggo wilayah timur, datang ke lokasi  kejadian. “Kami mendapat telepon sekitar pukul 08.20 dari warga bahwa terjadi kebakaran di SDN 2 Wangkal,” terang Abdurrahman, seorang personel Damkar.

Saat itu juga, satu unit mobil damkar meluncur ke lokasi kejadian bersama enam personel. Sekitar pukul 08.35, petugas damkar tiba di lokasi.

Pemadaman pun langsung dilakukan. Sekitar 30 menit kemudian, api berhasil dipadamkan.

“Perjalanan sedikit macet karena jalan ramai oleh warga yang merayakan Idul Adha. Sampai di lokasi, pintu gerbang masuk sempit. Sehingga, sedikit menyulitkan mobil damkar masuk,” ujarnya. (ar/mg1/hn)