Temukan Paku-Cutter di Blok Napi saat Petugas Lapas Pasuruan Sidak di Malam Hari

PURWOREJO, Radar Bromo – Petugas Lapas IIB Pasuruan menggelar sidak, Selasa (6/8) malam. Paku dan cutter pun ditemukan di blok narapidana (napi).

Selama sidak, seluruh warga binaan diminta meninggalkan blok yang ditempati. Petugas lantas menggeledah tiap blok yang ada.

DIKUMPULKAN: Warga binaan di Lapas Pasuruan dikumpulkan usai sidak. (Lapas Pasuruan for Jawa Pos Radar Bromo)

Dari penggeledahan itu, sejumlah benda ditemukan. Mulai kartu remi, ikat pinggang, hingga peralatan makan. Tak hanya itu, petugas juga menemukan enam buah paku, dua cutter, dan sembilan kawat di blok napi.

Semua barang yang ditemukan pun diamankan dan dimusnahkan. Walaupun barang yang ditemukan itu masuk kategori bisa ditoleransi.

Kepala Pengamanan Lapas IIB Pasuruan Afan Sulistiono menyampaikan, barang-barang yang ditemukan itu masih dapat ditoleransi. “Namun, tetap kami amankan seluruhnya untuk dimusnahkan. Agar tidak disalahgunakan untuk perbuatan negatif,” katanya.

Dia menyebut, sidak itu digelar rutin. Dalam sepekan, sidak digelar minimal dua kali. Tujuannya, untuk memastikan situasi di blok warga binaan benar-benar aman. Karena itu, petugas juga menggeledah tiap sudut kamar beserta barang yang ada di dalamnya.

“Tujuannya, untuk menekan resistensi antar sesama warga binaan, maupun dengan petugas. Juga untuk meminimalisasi terjadinya pelanggaran yang dilakukan warga binaan,” ujarnya.

Sebab, beberapa pelanggaran yang tergolong berat akan berimbas pada nasib warga binaan itu sendiri. Konsekuensinya yakni dicabutnya hak untuk dikunjungi selama sebulan dan tak diusulkan mendapat remisi selama setahun. Hal itu sesuai Permenkumham Nomor 6/2013 tentang Tata Tertib Lapas.

Misalnya, menggunakan ponsel, narkoba, atau senjata tajam. “Sejauh ini belum ada pelanggaran berat selama pengawasan insidental atau sidak,” pungkasnya. (tom/fun)