Tarif Tol Mapan Mulai Diberlakukan, Pengelola Prediksi Volume Kendaraan Turun

SUDAH BERBAYAR: Kendaraan yang melintas di ruas tol Malang-Pandaan, Jumat (9/8) pagi. Sejak Jumat (9/8), tol yang sudah operasional sejak dua bulan terakhir, tak lagi gratis. (Mokhamad Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PURWODADI, Radar Bromo – Terhitung Jumat dini hari (9/8), ruas jalan tol Malang–Pandaan (Mapan) mulai diberlakukan tarif. Adapun besarannya sudah diatur oleh surat keputusan (SK) Kementerian PUPR, yang dikeluarkan Kamis (1/9). Dengan adanya tarif baru tersebut, pengelola tol memprediksi akan terjadi penurunan volume.

Sebelumnya, selama sekitar dua bulan lebih operasional masih bersifat non-tarif alias gratis. Itu berlaku baik dari arah Pandaan ke Purwodadi, Lawang dan Singosari, maupun sebaliknya.

“Per 9 Agustus ini sejak dini hari, ruas jalan tolnya sudah diberlakukan tarif atau berbayar. Ini berlaku di semua gerbang tol yang ada,” jelas humas PT. Jasamarga Pandaan Malang (JPM) Agus Tri.

Bersamaan dengan dimulainya pemberlakuan tarif, untuk ruas jalan tol Mapan sepanjang 30,8 kilometer ini, PT. JPM memprediksi volume kendaraan yang melintas atau pengguna jalan tolnya berkurang. Prediksi ini bisa terjadi pada tiga seksi di tol Mapan. Menurut Agus Tri, penurunan volume kendaraan saat tol Mapan tak gratis lagi, merupakan hal wajar. “Saat tarif diberlakukan, pengguna atau kendaraan yang melintas pasti berkurang dibandingkan ketika gratis. Prediksi kami ada penurunan hingga 15 persen,” ungkapnya.

Dari catatan PT SPM, pada saat non-tarif selama dua bulan terakhir ini, hampir kendaraan dari semua golongan, melintas di ruas jalan tol ini. Kini bersamaan diberlakukannya tarif atau berbayar, dominasi golongan satu yang melintas.

Untuk kendaraan golongan dua, tiga, empat dan lima tetap ada. Tapi jumlahnya jauhnya berkurang, sebaliknya rata-rata pilih lewat bawah atau jalan arteri nasional karena tolnya sudah berbayar.

“Karena sekarang sudah berbayar, kami imbau agar pengguna jalan tolnya memperhatikan saldo E-Tollnya untuk transaksi pembayaran resmi, baik masuk dan keluarnya,” cetus Agus sapaan akrabnya. (zal/fun)