Kalahkan PSIL 2-1 di Uji Coba, Ini Catatan Manajemen Persekabpas

GOL PENENTU: Afif saat merayakan gol kemenangan Persekabpas bersama teman-temannya. Meski menang 2-1 atas PSIL, manajemen masih memiliki sejumlah catatan pada performa Persekabpas. (Iwan Andrik/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Persekapbas Pasuruan kian percaya diri menyongsong laga lanjutan Liga 3 musim ini. Itu, setelah Jumat (9/8) tim berjuluk Laskar Sakera tersebut berhasil menang tipis 2-1 atas tamunya, PSIL dalam laga uji coba di Stadion R Soedrasono, Pogar, Bangil.

Dua gol tim The Lassak, dicetak oleh Ricko Hardiansyah dan Afif. Sementara, gol PSIL Lumajang disumang oleh pemain tengah mereka, Johan.

Dalam laga uji coba itu, tactician Persekabpas Moch. Fakhrudin banyak melakukan eksperimen. “Evaluasi akan terus kami lakukan. Pertandingan hari ini (9/8, red) tentunya akan menjadi bahan evaluasi agar permainan tim semakin bagus,” terangnya.

Persekabpas langsung tancap gas begitu pluit babak pertama dibunyikan. Terbukti, menit ke tujuh babak pertama, stiker haus gol Persekabpas Pasuruan, langsung menggebrak dengan tendangan first time. Bola sontekannya itu berhasil merobek gawang PSIL.

Namun, euforia Sakeramania –julukan suporter Persekabpas- tak bertahan lama. Dua menit berselang, gawang Persekabpas kebobolan. Gelandang PSIL, Johan berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Persekabpas. Skor 1-1 bertahan hingga turun minum.

Di babak ke dua, The Lassak –julukan suporter Persekabpas- mencoba untuk tampil lebih menekan. Hasilnya, di menit ke 54, tim dengan warna kebesaran oranye itu kembali leading lewat sontekan Afif usai mendapat umpan terobosan dari luar kotak penalti.

Meski usai gol itu, kedua tim saling serang, namun tak lagi tercipta gol di sisa laga. Manajer Persekabpas Suryono Pane menilai, mental para pemainnya patut menjadi atensi pelatih. “Kami melihat, mental meremehkan lawan masih tertanam. Dan itu, harus dihilangkan,” sampainya.

Di samping itu, yang jadi sorotan, persoalan tempo permainan. “Tempo permainan terkesan lambat. Harusnya, aliran bola bisa cepat. Ini, karena mental meremehkan lawan tadi yang membuat penampilan tim kurang enak dipandang,” jelasnya. (one/mie)