Jalur Pendakian Arjuno-Welirang Kembali Dibuka

KEMBALI DIBUKA: Sejumlah pendaki saat masuk dari pos perizinan di Tretes, Prigen, beberapa waktu lalu. Sempat ditutup selama 12 hari imbas kebakaran hutan, jalur pendakian mulai Jumat (9/8) kembali dibuka. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

PRIGEN, Radar Bromo – Usai sempat ditutup selama dua pekan imbas kebakaran hutan, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang kembali dibuka sejak Jumat (9/8). Dibukanya kembali jalur pendakian itu tak terlepas dari kondisi jalur pendakian yang dinilai sudah aman.

Pembukaan jalur pendakian itu berlaku untuk semua pos izin pendakian. Mulai pos izin Tretes, Prigen, dan Tambakwatu, Purwodadi, Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya, Lawang, Kabupaten Malang dan Sumber Brantas, Kota Batu.

Dibukanya kembali jalur pendakian itu diungkapkan oleh Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat UPT Tahura R. Soerdjo Dedi Hadiana. “Kebakaran hutannya sudah padam semua, semuanya sudah aman. Baik di Pasuruan, Malang, Batu, dan Mojokerto. Akhirnya, jalur pendakian Arjuno dan Welirang dibuka kembali untuk umum,” terangnya.

Pertimbangan lain adalah tanggap darurat bencana di Kota Batu juga sudah resmi dicabut, pada Rabu (7/8). Meski potensi kebakaran masih bisa kembali terjadi, namun saat ini dinilai sudah aman bagi pendaki.

Diketahui, sebelumnya jalur pendakian ditutup usai kawasan puncak Gunung Arjuno di wilayah Kota Batu terjadi kebakaran hutan, pada 28 Juli lalu. Selang sehari kemudian, kebakaran kembali terjadi di lereng Gunung Welirang yang masih kawasan perbatasan antara Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan dan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Dengan dibukanya jalur pendakian itu, tercatat penutupan jalur pendakian itu dilakukan selama 12 hari atau hampir dua pekan. Yakni, mulai 28 Juli hingga 8 Agustus, sebelum dibuka kembali Jumat (9/8).

“Dibukanya kembali jalur pendakian ini, sifatnya tentatif atau sementara. Dan yang perlu diingat, jalur pendakian sewaktu-waktu bisa ditutup lagi. Itu, tergantung cuaca atau situasi serta kondisi darurat yang terjadi di lapangan,” tuturnya. (zal/mie)