Hewan Kurban Diprediksi Naik hingga Idul Adha, Dinas Peternakan Pantau Pedagang

KRAKSAAN, Radar Bromo – Jelang perayaan hari raya kurban pada Minggu (11/8) depan, harga kambing dan domba mengalami kenaikan. Kenaikannya mencapai Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta perekor. Kenaikan ini terjadi sejak seminggu terakhir.

Meningkatnya permintaan kambing dan domba membuat para pedagang hewan kurban tersebut menaikan harga. Naiknya harga hewan kurban ini juga diprediksi terus terjadi, sampai Idul Adha berakhir.

Muad Banawir, salah seorang pedagang hewan kurban di Kelurahan Kraksaan Wetan mengatakan, untuk kambing yang berusia dua tahun saat ini harganya berkisar Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta. Sedangkan untuk yang satu tahun setengah, harganya berkisar antara 2,5 juta sampai 3 juta.

Menurutnya, setiap hari di lapak yang dibuka didepan rumahnya, dia bisa menjual sekitar tiga sampai empat hewan. Baik itu jenis domba maupun jenis kambing. “Untuk kurban yang banyak kambing. Kalau domba sedikit yang beli,” katanya.

Lebih lanjut, ia memprediksi harga jual kambing atau domba masih akan terus meningkat. Bahkan, hingga paska hari raya kurban selesai. Itu, karena musim Idul Adha selesai, masih ada moment selamatan haji. “Itu juga banyak yang mencari kambing,” ungkapnya.

Di Kraksaan sendiri, lapak pedagang hewan kurban banyak bermunculan. Di kraksaan wetan ada dua hingga tida lapak. Mereka mengadu nasib untuk mendapatkan rejeki idul adha.

Di sisi lain, munculnya pedagng hewan kurban terus dipantau Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak Keswan) Kabupaten Probolinggo. Sejauh ini, penjualan hewan kurban di tiga kecamatan yakni Kraksaan, Paiton, dan Banyuanyar, dinyatakan layak untuk dijadikan hewan kurban.

Penegasan itu disampaikan usai Disnak Keswan melakukan pendataan, pengawasan dan pemeriksaan hewan milik penjual. “Kami melakukan pendataan, pengawasan, dan pemeriksaan hewan kurban yang telah dijadwalkan, kami pilih berdasarkan jumlah kepadatan hewan yang ada dibeberapa kecamatan,” Ujar Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Nikolas Nuryulianto.

Kegiatan yang dimulai dari Kecamatan Kraksaan ini dilakukan dengan pemeriksaan fisik hewan kurban. Pemeriksaan dilakukan kepada 239 ekor kambing dan domba yang dijual di beberapa lokasi yang ada di Kecamatan Kraksaan. “Ada beberapa kambing yang tidak kami rekomendasikan untuk dijual dan dijadikan hewan kurban karena mengalami cacat fisik, serta ada 3 ekor kambing yang mengalami sakit mata yang kami sarankan untuk diobati terlebih dahulu sebelum di jual,” ujarnya.

Kemudian dilakukan pemeriksaan dan pendataan hewan kurban di Kecamatan Paiton sebanyak 102 ekor kambing dan domba. Selanjutnya di Kecamatan Banyuanyar dilakukan pemeriksaan dan pendataan hewan kurban sebanyak 225 ekor kambing, domba dan sapi.

Sementara itu, Kabid Keswan, Kesmavet, Pengolahan dan Pemasaran Yukti Widiatmaningsih mengatakan, rangkaian pendataan, pengawasan dan pemeriksaan hewan ini akan terus dilakukan sampai hari Senin (12/8). “Sampai saat ini masih 3 kecamatan dari beberapa lokasi sudah kami periksa, kesimpulan masih kategori hewan layak kurban,” ujarnya. (ar/sid/fun)