Inilah Produk Olahan Ikan Lempuk dari Sumberdawesari

Sejumlah warga Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati menggeluti olahan ikan lempuk. Sejenis ikan kecil yang memiliki telur ini diolah menjadi beragam produk. Pemasarannya pun dilakukan sampai ke luar wilayah Pasuruan.

—————

Berada di dekat Ranu Grati menjadi berkah tersendiri bagi masyarakat Desa Sumberdawesari. Khususnya Dusun Jatisari yang terletak di tepian bantaran Ranu. Banyaknya ikan lempuk yang hidup di tepian bantaran ini dimanfaatkan sebagai mata pencaharian.

Kades Sumberdawesari, Budiono Subari mengungkapkan, ikan lempuk ini dimanfaatkan oleh sejumlah warganya menjadi olahan yang memiliki nilai ekonomis. Ikan lempuk ini digoreng menjadi olahan crispy, peyek dan botok.

“Ada 20 kepala keluarga (KK) yang mengolah ikan lempuk ini. Seluruhnya berada di Dusun Jatisari. Maklum ikan lempuk ini berada di tepian bantaran Ranu Grati,” ungkapnya.

Subari menjelaskan, olahan ini sudah dikembangkan sejak 2018 lalu. Masyarakat menjualnya ke warga setempat. Namun, adapula yang memanfaatkan media sosial (medsos) untuk menjualnya secara online dan lebih luas ke wilayah lain.

Harga yang relatif terjangkau dan jarang yang menggunakan jenis ikan ini menjadikan olahan ini unik dan dikenal luas di wilayah lain. Ia lantas mencontohkan olahan crispy Lempuk yang dijual dalam bentuk seperempat kilogram bisa dijual dengan harga Rp 20 ribu sampai Rp 30 ribu.

“Harganya bervariasi. Namun, berada di kisaran yang hampir serupa. Pemasarannya sudah luas, sampai Malang dan Probolinggo,”terang Subari.

Ia mengaku pihaknya berencana mengembangkan olahan ini akan lebih dikenal luas. Dalam waktu dekat, pemdes berencana berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan Pemkab Pasuruan agar produk olahan ini juga dikembangkan di Pasuruan.

Selain itu, pemdes berharap agar ada perhatian khusus dari Pemkab, utamanya Dinas Perikanan. Seperti, budidaya yang lebih teratur. Tujuannya agar ikan Lampuk ini tidak sampai habis karena digunakan secara terus menerus oleh warga.

“Di Pasuruan, produk ini kurang dikenal. Kami ingin agar olahan ikan Lampuk ini tidak hanya dikenal di Desa Sumberdawesari saja, namun juga di Kabupaten Pasuruan,” pungkasnya. (riz/fun)