Harga Cabai Tembus Rp 100 Ribu, Ini yang Dilakukan Pemerintah

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Keinginan masyarakat Kota Pasuruan agar harga cabai rawit turun, sepertinya sulit terwujud dalam waktu dekat. Sejauh ini, harga cabai rawit di Kota Pasuruan mencapai Rp 100 ribu per kilogram. Pemkot memperkirakan, harga cabai ini masih akan tinggi hingga beberapa bulan ke depan.

Kasi Perlindungan dan Pengawasan Konsumen Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan Subhan Widi mengungkapkan, dari pemantauan di empat pasar di Kota Pasuruan, harga cabai masih tinggi. Rata-rata masih berada di kisaran Rp 100 ribu per kilogram. “Masih tetap. Pantauan kami di Pasar Besar dan Pasar Kebonagung, harga cabai kecil masih terpantau Rp 100 ribu per kilogram,” ujarnya.

Subhan mengaku, pihaknya belum dapat memastikan kapan harga cabai akan turun. Sebab, masa panen cabai terjadi setiap tiga bulan sekali. Menurutnya, jika musim kemarau masih tetap seperti ini hingga beberapa bulan, harga cabai diperkirakan tidak akan turun.

“Kalau normalnya kan harga cabai kecil itu berada di kisaran Rp 20 ribu per kilogram. Cuma sekarang komoditasnya tidak ada. Ini ya bergantung cuaca, jika panas ya tetap,” ujar Subhan.

Pihaknya mengaku sudah menyampaikan mahalnya harga cabai ini ke Pemprov Jatim. Bahkan, beberapa waktu lalu, pihaknya juga sempat berkoordinasi dengan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Malang. Tujuannya, agar segera dilakukan upaya mencari solusi tentang mahalnya harga cabai.

“Terkait adanya operasi pasar untuk menstabilkan harga, kami masih belum tahu. Yang jelas kami sudah menyampaikan (ke Pemprov Jatim). Kebijakan selanjutnya ada di tangan Pemprov,” ujarnya. (riz/fun)