Pelaku dengan Kedok Jawa Pos Radar Bromo Juga Mau Tipu Wabup Probolinggo

DRINGU, Radar Bromo – Modus penipuan mencatut sebagai wartawan Jawa Pos Radar Bromo, tak hanya mengincar pejabat di organisasi perangkat daerah (OPD). Pelakunya bahkan berani mengincar wakil kepala daerah, seperti Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo, H.A Timbul Prihanjoko.

Beruntung, politisi PDIP itu tegas dan balik menantang oknum pelaku tersebut. Hingga akhirnya, pelaku pun memutuskan sambungan telponnya.

Kejadian itu dialami Wabup, Jumat malam (2/8). Wabup mengatakan, dirinya mendapatkan panggilan masuk dari nomor tak dikenal. Nah, awalnya pelaku mengaku bernama “Dedi” itu berusaha menipu dengan berkata sudah kenal sejak dirinya menjadi anggota DPRD.

“Saya selama tidak sibuk pasti angkat jika ada panggilan masuk. Pelaku ini awalnya pura-pura kenal dan akrab,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo.

Wabup menambahkan, modus penipuan itupun dilakukan dengan mencatut sebagai wartawan Jawa Pos Radar Bromo. Pelaku sebut sedang sakit dan kondisinya drop dalam beberapa bulan ini, hingga kemudian meminta sejumlah uang. Namun, dirinya tidak mau mudah percaya. Apalagi, pelaku tidak pernah dikenal.

“Saya tidak percaya, karena saya tahu wartawan Jawa Pos Radar Bromo tidak akan berbuat begitu. Apalagi bicaranya kasar dan tidak sopan,” terangnya.

Kondisi itu ditegaskan Wabup, harus diantisipasi pejabat lain, khususnya di lingkup Pemkab Probolinggo sendiri. Karena, pasti banyak oknum yang mencatut nama Radar Bromo untuk bisa akses masuk dan berusaha menipu. Mengingat, Jawa Pos Radar Bromo sudah banyak dikenal dan mejaga eksistensinya.

“Jika mengalami serupa, segera konfirmasi ke kepala Diskominfo atau langsung pada redaksi Radar Bromo yang dikenal. Supaya, tidak sampai terjadi penipuan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Komunimasi dan Informasi, Yulius Christian mengatakan, harus menjadi pembelajaran bagi para pejabat atau masyarakat umum. Supaya tidak mudah percaya dengan oknum pelaku yang berencana menipu atau berbuat tidak baik. “Harus klarifikasi lebih dulu jika ada oknum pelaku menghubungi untuk kepentingan di luar pemberitaan,” ungkapnya. (mas/fun)