Target Ekspor 300 Ton Bawang Merah, Cegah Harga Anjlok saat Panen Raya

TAHUN KEDUA: Pemkab Probolinggo bersama PT. Cipta Makmur Sentosa mengekspor 55 ton bawang merah dari Pasar Bawang Dringu ke Thailand, Sabtu (3/8). Tahun ini, ditargetkan ekspor bawang merah mencapai 300 ton. (Arif Mashudi/Radar Bromo)

Related Post

DRINGU, Radar Bromo – Panen raya bawang merah di Kabupaten Probolinggo, mendapat perhatian khusus dari Pemkab Probolinggo. Untuk mengantisipasi anjloknya harga bawang merah selama panen raya, Pemkab mengekspor bawang merah. Sabtu (3/8), dua kontainer bawang merah varietas Biru Lancor diekspor ke Thailand.

Di tahap pertama, bawang merah yang diekspor sebanyak 55 ton. Ekspor dilakukan oleh PT Cipta Makmur Sentosa dari Pasar Bawang Dringu. Perusahaan yang bergerak dalam perdagangan ekspor-impor bawang merah ini bersinergi dengan Pemkab Probolinggo sejak 2018.

Pekan depan, rencananya dilakukan ekspor bawang merah tahap kedua sebanyak 135 ton atau sekitar 4 kointainer. Bahkan, ditargetkan tahun ini ekspor bawang merah sebanyak 300 ton. Lebih tinggi dibanding tahun 2018 yang mencapai 282 ton.

”Kami targetkan ekspor bawang merah dari Kabupaten Probolinggo tahun ini sebanyak 300 ton. Lebih tinggi dibanding tahun 2018. Tetapi, tugas kami tidak hanya mencapai target. Melainkan melampaui target,” kata Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan Setda Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko.

Sidik menjelaskan, bawang merah varietas Biru Lancor adalah bawang merah varietas unggulan milik Kabupaten Probolinggo. varietas ini telah booming sejak tahun 2010.

Tidak heran, omzet harian Pasar Bawang Dringu mencapai Rp 1 Miliar lebih per hari untuk pengiriman bawang merah varietas Biru Lancor keluar Jawa. Tidak hanya keluar Jawa, bawang merah Biru Lancor juga disukai pasar luar negeri.

”Bbawang merah varietas Biru Lancor ternyata juga menjadi favorit negara lain. Sehingga, potensial diekspor ke negara lain. Salah satunya, Thailand,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo Sabtu.

Sidik menegaskan, dengan kegiatan ekspor ini, diharapkan eksportir lebih berpihak kepada petani. Dengan kegiatan ekspor ini, mereka bisa membantu pemerintah untuk menyejahterakan para petani bawang.

Caranya, menyerap bawang merah saat on season (panen raya) dengan harga standar. Sebab, tren harga bawang merah saat panen raya selalu turun. Dengan kegiatan ekspor ini, diharapkan harga bawang merah stabil saat panen raya.

“Jadi hadirnya eksportir ini harus menjadi pembeda dari kegiatan jual beli yang ada sebelumnya. Intinya bagaimana para petani bisa tersenyum dengan adanya kegiatan ekspor di tengah tren harga bawang yang sedang turun,” pungkasnya.

Sri Pujiwanti, Direktur Utama PT Cipta Makmur Sentosa mengatakan, selama dua tahun ini pihaknya memang selalu mengandalkan varietas bawang merah biru lancor untuk memenuhi standar permintaan negara luar. Menurutnya, kualitas biru lancor milik Kabupaten Probolinggo juara, jika diadu dengan varietas bawang merah daerah lainnya.

”Tahun 2018 untuk negara Vietnam dan Myanmar, kuota ekspor kami mencapai total 282 ton dalam satu tahun. Kami harap tahun ini bisa melebihi kuota tersebut. Oleh karena itu support dan fasilitasi koordinasi perizinan antar pemangku pemerintahan untuk kelancaran proses ekspor kali ini sangat kami harapkan,” ungkapnya. (mas/hn)