Polisi Buru Komplotan Curanmor asal Grati, Ditengarai Keji saat Beraksi

TERUS DIUSUT: Komplotan pelaku curanmor asal Grati, Kabupaten Pasuruan, terus diburu polisi. Setelah menangkap dua pelaku Sugianto dan Suhartono, kini polisi membidik tiga pelaku yang masih buron. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Upaya Polres Pasuruan Kota mengusut kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang meresahkan masyarakat terus berlanjut. Setelah menangkap dua tersangka, kini polisi masih memburu tiga pelaku lain.

“Mereka ini komplotan spesialis curanmor dan cukup membahayakan korbannya karena berbekal bondet,” ujar Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota AKP Endy Purwanto.

Kini, kata Endy, pihaknya sudah mengantongi sejumlah nama pelaku. Mereka masih diselidiki untuk segera ditangkap. Namun, Endy belum dapat merinci identitas satu per satu dari pelaku.

“Dugaan sementara, ada tiga pelaku yang juga komplotan Sugianto dan Suhartono yang kami amankan sebelumnya. Sekarang masih dalam pengembangan,” ujarnya.

Dia juga menegaskan, Tim Resmob Suropati bentukan Satreskrim Polres Pasuruan Kota masih di lapangan untuk menyelidiki para pelaku. Pihaknya berharap penyelidikannya segera membuahkan hasil. Sehingga, dapat meminimalisasi keresahan masyarakat.

“Kalau dari keterangan dua pelaku kemarin, ada 25 TKP (tempat kejadian perkara). Namun, tidak menutup kemungkinan pelaku yang masih buron ini juga terlibat dalam kasus curanmor di TKP lain,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rabu (3/8), Sugianto, 26, warga Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, diringkus polisi saat berada di warung kopi. Namun, dia kabur hingga berhasil dilumpuhkan menggunakan tembakan.

Di hari yang sama polisi juga menangkap Suhartono, 29, warga Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati. Ia ditangkap di rumahnya. Polisi mengamankan sebuah bondet di dalam kamarnya. Serta, satu set kunci T yang digunakan mencuri motor.

“Pelaku yang saat ini masih buron. Tentu juga akan dilakukan tindakan tegas jika memang melawan saat diamankan. Ini sudah menjadi instruksi pimpinan,” ujar Endy. (tom/fun)