Buruh Tani asal Prigen Dibekuk Polisi usai Edarkan SS

BANGIL, Radar Bromo – Hasil dari buruh tani yang tak menentu, membuat Nanang Khosim, 27, menekuni usaha lain. Ia memilih untuk nyambi jualan, agar bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sayang, barang yang dijualnya terlarang, yakni sabu-sabu. Akibatnya, ia harus meringkuk di tahanan. Ia ditangkap anggota Satreskoba Polres Pasuruan, Rabu malam (31/7).

KBO Satreskoba Polres Pasuruan, IPTU Agus Purnomo menyampaikan, tersangka ditangkap anggotanya, saat berada di rumahnya, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen. Penangkapan tersebut, berangkat dari pengembangan yang dilakukan. Di mana, sebelum penangkapan tersangka, petugas terlebih dahulu menangkap pemesan barangnya, yakni Widayat Nur Syaifudin, 19, warga Dusun Trongso, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen.

“Kami melakukan pengembangan. Setelah menangkap pembelinya, kami kemudian bergerak ke penjualnya dan melakukan penangkapan di rumahnya,” kata Agus-saat mendampingi Kasatreskoba Polres Pasuruan, IPTU Sugeng.

Menurut Agus, tersangka ditangkap sekitar pukul 19.00. Dalam penangkapan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti. Selain dua kantong pelastik berisi sabu-sabu, masing-masing 0,29 gram, petugas juga mengamankan satu pipet kaca. Pipet kaca itu, masih berisi sabu-sabu seberat 1,23 gram.

“Kami juga mengamankan handphone yang biasa digunakan tersangka untuk bertransaksi,” tambahnya. Atas temuan itulah, tersangka kemudian digiring ke Mapolres Pasuruan, untuk pemeriksaan. Kepada petugas, ia mengaku sudah beberapa bulan menjadi penjual sabu-sabu. Alasannya, untuk menyambung hidup, lantaran dari hasil bertani kurang menunjang.

Kini, ia hanya bisa menyesali perbuatannya itu. Karena ulahnya tersebut, tersangka dijerat pasal 114 jo pasal 112 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancamannya, 10 tahun penjara. (one/fun)