Komplotan Curanmor Sadis Diringkus, Kakinya Ditembak, Pernah Beraksi di Total 25 TKP

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Sugianto, 26, langsung panik saat mengetahui beberapa anggota kepolisian mengepungnya, Rabu (31/7) malam itu. Secangkir kopi yang dipesan di sebuah warung tidak jauh dari rumahnya, ditinggalkannya begitu saja. Dia lantas kabur.

Warga Desa Kalipang, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, itu lari ke area persawahan di Desa Kalipang. Namun, Tim Resmob Suropati Polres Pasuruan Kota yang mengepungnya, tidak tinggal diam. Mereka langsung mengejar Sugianto. Kejar-kejaran pun terjadi.

Polisi memberikan tembakan peringatan. Maksudnya agar Sugianto berhenti. Namun, tembakan itu tak diindahkannya. Polisi pun membidikkan pistol ke arahnya. Dalam hitungan detik, Sugianto terseok-seok, saat timah panas menembus kaki kanannya.

Saat itu juga, sekitar pukul 22.00, Sugianto ambruk. Polisi pun menghampirinya, lalu memborgol dua tangannya.

“Tadi malam Tim Resmob Suropati menangkap pelaku kasus pencurian dengan pemberatan,” kata Kapolres Pasuruan Kota AKBP Agus Sudaryatno dalam konferensi pers di Mapolres Pasuruan Kota, kemarin (1/8).

Tak hanya itu, polisi juga meringkus pelaku lain yang merupakan komplotan spesialis pencurian motor. Dia adalah Suhartono, 29, warga Desa Sumberdawesari, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan.

Keberadaan Suhartono diketahui berdasarkan keterangan dari Sugianto. Suhartono lalu digerebek di rumahnya, pukul 23.00. Polisi juga menemukan barang bukti berupa bondet dan satu set kunci T saat menggeledah kamar Suhartono. Keduanya lalu digelandang ke Mapolres Pasuruan Kota guna menjalani penyidikan lebih lanjut.

Agus menegaskan, dua pelaku itu ditengarai kerap beraksi di berbagai lokasi. Sugianto tercatat pernah beraksi di tujuh TKP di wilayah hukum Polres Pasuruan Kota dan delapan TKP di wilayah lain. Sedangkan Suhartono mengaku pernah beraksi di sepuluh TKP. Antara lain di wilayah Bangil, Pandaan, Beji, Kabupaten Pasuruan dan wilayah Candi, Kabupaten Sidoarjo. Dengan demikian, keduanya beraksi di total 25 TKP.

IKUT DIAMANKAN: Polisi juga membeber barang bukti yang diamankan setelah menangkap kedua pelaku. (Foto: M Bisthomi/Jawa Pos Radar Bromo)

Agus menambahkan, kedua pelaku tergolong sadis. Mereka juga tak segan melukai korbannya. “Mereka membawa bondet sebagai senjata untuk mengancam korban,” ucapnya.

Kepada awak media, Suhartono mengaku mendapatkan bondet dari seorang temannya bernama Dayat. Dayat adalah komplotan pelaku kejahatan yang tewas di tangan massa di Pandaan, beberapa waktu lalu.

“Ini sisa yang dibuat Dayat. Orangnya sudah almarhum,” ungkap Suhartono.

Kedua tersangka itu kini ditahan di sel Mapolresta. Polisi menjeratnya dengan pasal 363 KHUP juncto Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 Tahun 1951. “Kami imbau kepada masyarakat agar tidak segan melapor jika mengalami tindak kejahatan,” pungkas Agus. (tom/fun)