Proyek Pasar Baru Probolinggo Terancam Gagal Tender Lagi

KANIGARAN, Radar Bromo – Proyek pembangunan fisik Pasar Baru Kota Probolinggo, harus ditender ulang atau retender. Penyebabnya, belum diperoleh kontraktor pemenang lelang untuk proyek tersebut.

Hal ini disampaikan Agus Rianto dalam Pandangan Akhir (PA) Fraksi PDIP. Dalam PA, PDIP mengindikasikan tahun 2019, proyek fisik Pasar Baru terancam gagal tender lagi.

“Proyek Pasar Baru telah direncanakan dan dianggarkan tahun 2017 dan tahun 2018. Namun, sampai saat ini tahun 2019, belum terealisasi dengan baik. Bahkan, ada indikasi gagal tender,” ujar Agus Rianto membacakan PA Fraksi KUA PPAS APBD 2020 dari PDIP.

Jika terjadi gagal tender tahun ini, maka itu akan menjadi yang kedua bagi proyek fisik ini. Sebab, tahun 2018, proyek fisik pembangunan Pasar Baru mengalami gagal tender.

Menurut data Radar Bromo, pada 2018, tender dilakukan bulan Agustus oleh Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang) Pemkot Probolinggo. Pemenang tender sudah ditetapkan. Namun, kemudian ada sanggahan pada pemenang tender. Sehingga, harus dilakukan tender ulang. Tender ulang akhirnya tidak bisa dilakukan karena waktunya mepet.

Jika gagal tender kembali terjadi, menurut Agus, maka ini menjadi pukulan telak bagi Pemkot Probolinggo. Sebab, Pasar Baru merupakan pasar tradisional terbesar di Kota Probolinggo.

“Selain itu, Pasar Baru yang letaknya di tengah kota juga berpotensi menimbulkan kemacetan parah. Terutama karena banyaknya pedagang dan pembeli yang tumpah ruah ke jalan,” ujar Agus.

Ditemui terpisah, Ketua Komisi III DPRD Kota Probolinggo ini menjelaskan, lelang pembangunan fisik Pasar Baru sebenarnya sudah ada pesertanya. Saat itu tiga rekanan yang mendaftar.

“Tapi, dua rekanan gagal karena tidak memenuhi syarat. Satu rekanan yang tersisa, sebenarnya bisa. Tapi, karena kesalahan rekanan meskipun sepele, tetap tidak bisa dimenangkan,” ujarnya.

Kesalahan yang dimaksud, menurut Agus, rekanan tidak memasukkan nilai penawaran untuk proyek pembangunan fisik Pasar Baru. Sehingga, harus dilakukan tender ulang.

“Makanya, sekarang dilakukan tender ulang. Kalau dikatakan mepet proses pembangunan ini, memang mepet sekali. Tapi, tetap dilanjutkan proses tender ulang ini,” ujarnya.

Agus mengapresiasi optimisme Dinas PUPR untuk pelaksanaan pembangunan fisik Pasar Baru. Pertimbangan dinas, retender ulang diperkirakan selesai akhir Agustus.

“Dinas PUPR memastikan, meskipun tender ulang, pembangunan fisik tetap bisa diselesaikan tepat waktu sampai akhir Desember 2019. Dengan catatan proses pekerjaan dilakukan shift-shift-an sehari tiga kali. Yaitu, pagi, siang, dan malam,” tambahnya.

Sementara itu, Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin menegaskan, pemkot tidak memaksa tender proyek pembangunan fisik Pasar Baru harus ada pemenangnya. Jika memang tidak memenuhi syarat, maka tidak boleh dipaksakan.

“Kalau memang tidak memenuhi persyaratan, mungkin perlu ada perhatian. Kami tidak boleh memaksakan, jika ada kekurangan. Kami harus melakukan sesuai SOP yang ada agar hasil pekerjaan sesuai harapan,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada 9 Juli – 15 Juli adalah masa sanggah bagi rekanan yang mengikuti lelang proyek pembangunan fisik Pasar Baru. Ada tiga perusahaan yang mengajukan penawaran untuk proyek fisik ini. Yaitu, PT Daman Varia Karya, PT Trisna Karya, dan PT Wiratama Graha Raharja.

Saat itu pembangunan fisik Pasar Baru Kota Probolinggo dianggarkan dari APBD 2019. Dengan nilai pagu paket sebesar Rp 19 miliar. Sedangkan Nilai HPS sebesar Rp 18.930.171.374,40.

Untuk tender ulang nantinya, nilai pagu paket tetap Rp 19 miliar. Namun, nilai HPS turun menjadi Rp 11,9 miliar. (put/fun)