Dua Desa Siap Ajukan ke Gubernur untuk Progres Pembebasan Tanah di Tol Mapan

SUDAH OPERASIONAL: Tol Mapan yang sudah dilintasi kendaraan. Meskipun sudah operasional, tol ini masih menyisakan pembebasan lahan yang mengenai tanah kas desa. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

SUKOREJO, Radar Bromo – Proses tukar guling di lahan tanah kas desa (TKD) untuk pembangunan ruas jalan tol Malang–Pandaan (Mapan) di wilayah Kabupaten Pasuruan, sejauh ini masih terus berlanjut. Setelah empat desa (Karangsono-Pakukerto, Kecamatan Sukorejo; Tejowangi-Sekarmojo, Kecamatan Purwosari) tuntas, dalam waktu dekat dua desa persiapan pengajuan rekom ke Gubernur Jatim.

“Dua desa itu Suwayuwo dan Parerejo. Saat ini proses pengukuran peta bidang tanah pengganti tambahan. Dalam waktu dekat selesai, sekaligus lanjut dengan persiapan pengajuan rekom ke Gubernur Jatim,” ucap Chusnul Anam staf bantuan teknis dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kementrian PUPR.

Rekom dari Gubernur Jatim adalah bagian dari tahapan penting terakhir dan harus dilalui. Hal itu untuk pencairan dana sesuai appraisal. Nantinya uang atau dana tersebut digunakan untuk membayar tanah pengganti lahan TKD terkena pembangunan ruas jalan tol mapan.

“Dana yang kami cairkan untuk pembayaran tanah pengganti proses tukar guling, sudah ada dan tersedia dialokasikan dari APBN. Pastinya akan dibayarkan ke rekening masing-masing desa, setelah rekom dari Gubernur Jatim turun,” tuturnya.

Diluar Desa Suwayuwo dan Parerejo, ia sebutkan tanggungan untuk proses tukar guling juga masih ada. Antara lain di Desa Sukorejo, Mojotengah dan Lemahbang, Kecamatan Sukorejo. Begitu juga di Purwosari, ada Desa Sumbersuko. (zal/fun)