Tarikan Uang Rp 15 Juta Bukan dari Polisi, tapi Inisiatif Muis

MAYANGAN, Radar Bromo – Adanya isu aparat meminta uang dalam penangkapan terduga pengedar sediaan farmasi, Nur Hasan, 18, terus didalami penyidik Polres Probolinggo Kota. Penyidik mengaku telah memeriksa Muis, Senin (29/7). Dia adalah orang yang meminta duit Rp 15 juta kepada keluarga korban.

Kapolres Probolinggo Kota AKBP Alfian Nurrizal mengatakan, uang itu diminta Muis dengan tujuan “mengeluarkan” Nur Hasan. Muis bertemu orang tuanya Nur Hasan dan berembuk. “Dia (Muis) mengaku uang itu merupakan inisiatif darinya. Artinya, tidak benar jika dimintai oleh petugas,” ujarnya.

Sebelumnya, keluarga Nur Hasan juga mengatakan, pihak keluarga hendak mengklarifikasi masalah ini kepada kepolisian. Namun, dilarang oleh ayahnya karena yang akan mengomunikasikan masalah ini Muis yang telah membawa uang Rp 15 juta.

Diketahui, Kamis (25/7) malam, Satreskoba Polres Probolinggo Kota mengamankan Nur Hasan, 18. Warga Desa Kareng Kidul, Kecamatan Wonomerto, Kabupaten Probolinggo, itu diduga sebagai pengedar pil Trihexyphenidyl. Hasan berusaha kabur dan sempat terjadi perkelahian dengan polisi.

Berhasil diamankan, Hasan langsung dibawa ke Mapolresta. Namun, dia kejang-kejang dan meninggal dunia setelah dilarikan ke RSUD dr. Mohamad Saleh. Di balik tertangkapnya Hasan, ada Muis yang meminta uang Rp 15 juta dari ayah almarhum Hasan, Busari. Alasannya, uang itu untuk menebus Hasan yang ditangkap polisi. (rpd/rud)