Normalisasi Saluran Tambak Baru Terealisasi Tiga Lokasi

PANGGUNGREJO, Radar Bromo – Petani tambak garam di wilayah Kelurahan/Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, tampaknya harus bersabar. Sebab, keinginan mereka akan normalisasi saluran tambak garam belum bisa diwujudkan dalam waktu dekat. Tahun ini Pemkot Pasuruan merealisasikannya di tiga lokasi.

“Tahun ini kami realisasikan normalisasi saluran tambak garam di tiga kelurahan. Yakni, di Tapaan, Blandongan, dan Kepel. Sedangkan, lainnya masih belum,” ujar Kepala Bidang Budi Daya, Dinas Perikanan Kota Pasuruan Imron Rosadi.

Imron memastikan, pihaknya tetap akan mengakomodasi kebutuhan petani tambak di wilayah selain tiga kelurahan itu. Termasuk di wilayah Panggungrejo, yang memiliki cakupan lahan tambak cukup luas.

“Tentu akan kami upayakan normalisasi saluran karena memang itu yang dibutuhkan. Karena memang bertahap, jadi bergiliran tidak bisa langsung kami realisasikan semua. Kemungkinan di Panggungrejo, akan diusulkan tahun depan,” ujar Imron.

Proses pemeliharaan atau normalisasi saluran di tiga tambak itu telah dimulai sejak sekitar dua bulan lalu. Sejauh ini tengah berlangsung. Imron menyebut, capaian pekerjaannya sudah lebih dari 50 persen. Biaya normalisasi saluran tambak di tiga kelurahan itu berbeda. “Anggarannya menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan,” ujar Imron.

Ia mencontohkan, normalisasi saluran tambak di Kelurahan Tapaan sepanjang 1.610 meter menelan anggaran Rp 193 juta. Sedangkan, di Kelurahan Blandongan sepanjang 1.630 memakan biaya Rp 196 juta. Lalu, di Kelurahan Kepel senilai Rp 198 juta dengan panjang saluran 1.650 meter.

Diketahui, sejumlah petani tambak garam asal Kelurahan/Kecamatan Panggungrejo mengeluhkan keberadaan saluran tambak. Mereka meminta pemerintah segera melakukan normalisasi saluran agar proses produksi garam tidak terganggu. (tom/fun)