Tujuh Bulan, Sudah Ada Delapan Kasus Kebakaran di Kota Probolinggo

KEDOPOK, Radar Bromo – Selama 2019, hampir setiap bulan terjadi kebakaran di Kota Probolinggo. Sampai bulan ini, telah terjadi delapan kali kebakaran. Masing-masing satu kasus pada Maret dan Mei, serta masing-masing dua kasus pada Februari, Juni, dan Juli

Jumlah itu merupakan kasus yang dilaporkan ke Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo. Sebagian bencana ini terjadi karena masalah human eror serta karena korsleting listrik. “Dari data kami ada delapan kasus kebakaran yang sudah dilaporkan ke BPBD sampai Juli,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo Pridjo Djatmiko, kemarin.

Pridjo mengatakan, suatu kasus kebakaran dikategorikan sebagai bencana, jika terjadi secara tidak sengaja. “Misalnya, karena kemarau, savana di Bromo dalam kondisi kering. Kemudian ada puntung rokok yang masih menyala dan membakar padang ini termasuk kondisi bencana. Kalau di Kota Probolinggo, terjadinya bencana karena human eror maupun korsleting listrik. Ada juga yang menyalakan tungku dan lupa mematikannya,” ujarnya.

Meski bukan masuk dalam kategori bencana, BPBD tetap mencatat peristiwa kebakaran di Kota Probolinggo sebagai peristiwa kedaruratan. “Ada juga peristiwa kebakaran lahan tebu di Kota Probolinggo. Kami tidak tahu pasti apakah itu memang disengaja untuk membersihkan lahan atau tidak disengaja,” ujarnya. (put/fun)