Tahun Ini Tak Ada Kenaikan Tiket di Wisata yang Dikelola Pemkab Pasuruan

BANGIL, Radar Bromo-Target penerimaan wisata yang dikelola oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Pasuruan terus dinaikkan setiap tahunnya. Meski begitu, tiket wisata dari sejumlah lokasi pariwisata yang dikelola Disparbud belum ada rencana dinaikkan.

Agung Maryono, kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan mengatakan, setiap tahun memang ada kenaikan target untuk retribusi wisata yang dikelola oleh Pemkab. Meskipun tiket masuk memang belum ada kenaikan.

“Tiap tahun memang ada kenaikan target. Tahun ini ditarget Rp 800 juta. Naik Rp 100 juta dari tahun lalu sebesar Rp 700 juta. Begitu juga tahun 2016 ditargetkan Rp 575 juta,” terangnya.

Untuk tiket masuk sendiri ditetapkan oleh Peraturan Daerah Nomor 13 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Perda Nomor 10 Tahun 2010 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga.

Untuk tiket wisata di Pemandian Banyubiru, sejauh ini masih ditetapkan sebesar Rp 5 ribu per orang. Kenaikan per orang menjadi Rp 15 ribu, hanya berlaku saat Lebaran karena ada event. Hal itu disebutkan sesuai yang diatur di peraturan daerah (perda).

Sedangkan Ranu Grati hanya Rp 2.500 per orangnya. Pada pertengahan tahun lalu, mulai juga ditarik tiket ke Tosari. Ditetapkan Rp 5 ribu untuk wisatawan lokal dan Rp 10 ribu untuk wisatawan mancanegara.

Nah, tiket sejumlah tempat wisata itu dipastikan tidak mengalami kenaikan. Sejauh ini peningkatan target itu diharapkan bisa direalisasikan dari jumlah pengunjung yang ikut melonjak.

“Jadi, sementara ini tiket memang masih belum berubah karena kalau menaikkan tiket berarti harus mengubah perda,” terangnya. (eka/mie)