Potensi Tsunami Probolinggo Kecil, Mangrove-Cemara Efektif Hadapi Gelombang

TANPA MANGROVE: Sejumlah pengendara melintas di Jalur Lingkar Utara Kota Probolinggo, yang berbatasan langsung dengan lautan. BPBD menyebutkan, ancaman tsunami di Kota Probolinggo sangat kecil. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

KEDOPOK, Radar Bromo – Meski berada di garis pantai utara Jawa, Kota Probolinggo masih relatif aman dari ancaman tsunami karena potensi terjadi tsunami kecil. Berbeda bila dibandingkan dengan wilayah selatan Jawa yang berdekatan dengan lempengan Samudra Hindia.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo Pridjo Djatmiko mengatakan, dari segi posisi wilayah, potensi tsunami di Kota Probolinggo kecil. “Hal ini berbeda dengan wilayah selatan Jawa yang lebih dekat dengan lempengan di Samudra Hindia,” ujarnya.

Pridjo menjelaskan, tsunami terjadi ketika ada gempa di laut. Gempa ini bisa disebabkan dua hal. Gempa tektonik atau gempa yang terjadi karena pergerakan lempeng bumi serta gempa vulkanik. “Gempa vulkanik ini terjadi karena aktivitas gunung berapi,” ujarnya.

Mantan Kabaghumas dan Protokol Probolingo ini menambahkan, meski potensi tsunami kecil, bukan berarti tidak perlu mengantisipasi terjadi bencana yang tidak terduga ini. Salah satu yang bisa dilakukan dengan mempersiapkan perlindungan alami di kawasan pantai. Seperti hutan mangrove maupun menanam cemara udang.

“Keberadaan mangrove dan cemara udang penting untuk menjaga kondisi pantai. Apalagi, Kota Probolinggo juga punya pantai yang cukup panjang. Hutan mangrove juga efektif untuk mencegah gelombang pasang,” ujarnya.

Kota Probolinggo memiliki garis pantai sepanjang 7 kilometer. Mulai dari perbatasan Kelurahan Ketapang Kecamatan Kademangan sampai Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. “Sebagian mangrove di Ketapang, rusak karena erupsi Bromo,” ujarnya.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga mengatakan, cemara udang efektif untuk mengurangi dampak jika terjadi tsunami. “Terutama di wilayah selatan Jawa. Dimana, BNPB telah menyampaikan potensi terjadi tsunami saat gempa. Perlu digalakkan penanaman pohon cemara udang,” ujarnya ketika berkunjung ke Kota Probolinggo dalam rangka Hari Lingkungan Hidup sedunia, Minggu (28/7). (put/fun)