Diskominfo Tambah Rp 1,6 Miliar di Perubahan APBD 2019

KRAKSAAN, Radar Bromo – Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Probolinggo juga kekurangan anggaran. Karenanya, meminta tambahan anggaran Rp 1,6 miliar dalam P-APBD 2019. Selain dipergunakan untuk kepentingan publikasi, anggaran ini juga untuk program kedaruratan 112.

Kepala Diskominfo Kabupaten Probolinggo Yulius Christian mengatakan, sebelumnya pihaknya mendapatkan anggaran belasan miliar dalam APBD 2019. Ternyata, anggaran itu kurang untuk kebutuhan hingga setahun. Karenanya, pihaknya mengajukan tambahan anggaran. “Anggarannya tidak cukup. Kelihatannya besar, ternyata tidak sampai setahun sudah menipis,” ujarnya.

Menurutnya, selain kebutuhan yang memang menjadi program pada awal tahun lalu, juga ada kebutuhan tambahan. Berupa kebutuhan untuk menopang program kedaruratan 112. Program ini digarap untuk memudahkan masyarakat. “Ini, program kedaruratan. Program ini akan singkron dengan OPD (organisasi perangkat daerah) terkait yang menangani perihal kedaruratan,” ujarnya.

Yulius mengatakan, program ini sebenarnya merupakan milik Satpol PP. Pihaknya hanya mendukung, karena pihaknya yang menangani masalah informasi teknologi (IT). “Kami men-support saja. Ketika nanti programnya sudah jalan, kami menyerahkan kepada Satpol PP,” ujar mantan Camat Sukapura tersebut.

Yulius menambahkan, program ini sejatinya memudahkan masyarakat. Misalnya, ketika ada kedaruratan, seperti kebakaran, masyarakat tinggal menghubungi nomor 112. Sehingga, petugas terkait akan langsung merespons dan segera menanganinya. “Program ini sangat bagus. Kami pada P-APBD mengajukan dana untuk terwujudnya program itu,” ujarnya. (sid/fun)