Ada Sandal hingga Gayung di Koper CJH Kota Pasuruan, Apa Fungsinya?

PASURUAN, Radar Bromo-Ratusan calon jamaah haji (CJH) asal Kota Pasuruan mulai mengumpulkan koper di kantor Kementerian Agama (Kemenag) setempat. Mereka diberi waktu sehari untuk mengumpulkan koper yang berisi barang bawaan tersebut.

Masing-masing koper itu juga telah diberi tanda sesuai dengan rombongannya. Selain itu, CJH juga harus mematuhi berat maksimal barang bawaan mencapai 32 kilogram. “Pengumpulan mulai tadi pagi (kemarin) hingga pukul 16.00,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Kota Pasuruan M Ismail, kemarin (29/7).

Dari 348 CJH yang bakal berangkat, seluruhnya sudah mengumpulkan kopernya. Panitia mengecek satu per satu identitas pemilik koper yang diserahkan agar tak tertukar dengan koper milik jamaah yang lain. “Hari ini (kemarin), sekaligus kami tata sesuai delapan rombongan,” ujar Ismail.

Meski sudah diberi tanda berupa pita berwarna, namun beberapa koper masih diberi tanda beragam. Misalnya sandal yang diikat di koper. “Memang masih ada yang memakai tanda sendiri. Tidak dipermasalahkan,” tambah Ismail.

Kemenag juga telah menyampaikan barang-barang yang dilarang dibawa ke tanah suci. Seperti narkoba atau obat-obatan berbahaya, senjata tajam, serta rokok yang berlebihan. Setelah dari Kemenag, ratusan koper itu akan dibawa ke Asrama Haji Surabaya menggunakan truk, malam ini (30/7).

“Di asrama nanti ada pemeriksaan barang bawaan. Jika bermasalah, pemiliknya akan dipanggil. Kalau tidak, koper langsung diambil di maktab setibanya di tanah suci nanti,” ungkapnya.

Diketahui, CJH yang diberangkatkan di Kota Pasuruan sebanyak 348 orang. Pemberangkatannya akan dilepas di Masjid Jamik Al Anwar, Rabu (31/7) sekitar pukul 05.30. (tom/mie)