Rencana Pelebaran Jembatan Purut dan Jembatan Bukwedi Belum Jelas

PASURUAN, Radar Bromo – Kondisi Jembatan Purut di Kelurahan Purutrejo, Kecamatan Purworejo dan Jembatan Bukwedi, Kelurahan Blandongan, Kecamatan Bugulkidul, tampaknya tak banyak berubah tahun ini. Sebab, rencana pelebaran jembatan setempat belum ada kejelasan sejauh ini.

SEMPIT: Jembatan Buk Wedi yang juga perlu dilebarkan. (Dok. Jawa Pos Radar Bromo)

Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pasuruan Akung Novajanto mengungkapkan, pihaknya berharap pelebaran 2 jembatan itu segera direalisasikan. Sebab, pada kedua jembatan ini terdapat penyempitan.

Akung menjelaskan, pelebaran itu diharapkan bisa menjadi solusi bagi kemacetan yang kerap terjadi di ruas jembatan setempat pada jam tertentu. Utamanya, pada jam sibuk. Sehingga, kemungkinan terjadinya hal yang tidak diinginkan bisa diminimalisasi.

“Yang jelas, kami sudah mengajukan pelebaran itu pada Balai Besar. Sebab, itu merupakan kewenangan nasional. Namun, sejauh ini kami belum mendapatkan kabar,”ungkapnya.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) BBPJN VIII wilayah Gempol-Pasuruan-Probolinggo Rudy Napitupulu mengungkapkan, pihaknya sudah menyampaikan ke pusat agar sejumlah jembatan di wilayah Pasuruan dilebarkan. Namun, pihaknya belum dapat memastikan pelebarannya.

Menurutnya, pelebaran ini membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Karena itu, jika disetujui, pelebarannya tidak akan dilakukan sekaligus. BBPJN VIII bakal melakukan pelebaran sesuai anggaran yang disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera).

“Kami perkirakan pelebaran ini butuh anggaran puluhan miliar. Ada tujuh jembatan di Pasuruan dan Probolinggo yang perlu dilebarkan. Cuma, sejauh ini kami masih menunggu usulan itu,” terang Rudy. (riz/mie)