DPRD Kab Pasuruan Desak Peningkatan Target PAD Pariwisata

PALING BESAR: Banyubiru jadi tempat wisata yang paling besar menyumbang PAD dari sektor pariwisata di Kabupaten Pasuruan. (Mokhamad Zubaidillah/Radar Bromo)

Related Post

BANGIL, Radar Bromo – Pemkab Pasuruan menargetkan pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor wisata tahun ini mencapai Rp 800 juta. Namun, kenyataannya pencapaian target tersebut tak harus menunggu hingga akhir tahun.

Sebab, hingga Juli 2019, target PAD dari sektor wisata sudah terpenuhi. “Target PAD kami sudah tercapai,” kata Agung Maryono, kepala Disparbud Kabupaten Pasuruan.

Agung –sapaannya- menambahkan, pencapaian tersebut tak lepas dari sejumlah program yang dilakukan Pemkab. Termasuk optimalisasi wisata Gunung Bromo.

Karena kenyataannya, wisata Gunung Bromo mampu menyumbang PAD hingga sekitar Rp 200 juta. Serta kegiatan promosi-promosi wisata yang dimaksimalkan.

Ia menambahkan, dominasi PAD dari sektor wisata diperoleh dari Banyubiru. Dari perolehan PAD yang diperoleh, lebih dari 50 persen didapatkan dari pemandian Banyubiru. “Bahkan, khusus untuk waktu lebaran kemarin, perolehannya cukup tinggi. Mencapai Rp 270 juta,” sambungnya.

Tingginya pencapaian PAD itu diapresiasi oleh Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasuruan Rusdi Sutejo. Pencapaian tersebut dinilainya bagus lantaran wisata di wilayah Kabupaten Pasuruan semakin diminati masyarakat.

Pihaknya pun meminta agar Disparbud bisa mendorong peningkatan PAD di sisi wisata. Agar pendapatan daerah semakin melonjak.

“Ini menunjukkan sektor wisata di Kabupaten Pasuruan semakin bergairah. Meski begitu, kami meminta agar Disparbud bisa meningkatkan kinerjanya untuk menggenjot PAD semakin tinggi. Harus ada penambahan target PAD,” tegasnya. (one/mie)