Nikah Siri, Oknum Polisi di Polresta Pasuruan Dilaporkan Istri, Akhirnya Dikenai Sanksi Ini

SANKSI BERAT: Suasana sidang disiplin yang digelar di Gedung R Abdurahman Polres Pasuruan Kota, Rabu (24/7). Dalam sidang itu, Bripka AH dikenai sanksi berat lantaran melakukan nikah siri. (Polres Pasuruan Kota for Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PASURUAN, Radar Bromo – Bripka AH hanya bisa pasrah ketika Pimpinan Sidang Disiplin menyatakan dirinya bersalah. Hukuman yang dijatuhkan kepada oknum anggota Polres Pasuruan Kota itupun terbilang berat.

Sidang disiplin itu berlangsung di Gedung R Abdurahman di Jalan Gajahmada, Kelurahan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Rabu (24/7). Selama sidang, Bripka AH didampingi dua petugas Provos. Pandangannya tegak ke arah pimpinan sidang sembari mendengarkan amar putusan dibacakan.

Pimpinan sidang disiplin, Wakapolres Pasuruan Kota, Kompol Mario Prahatinto menyatakan Bripka AH terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah. Ia melakukan pelanggaran disiplin lantaran telah melangsungkan nikah siri sebagaimana diatur dalam pasal 3 huruf g, pasal 5 huruf a PPRI Nomor 2/2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Polri.

Hukuman yang diterima Bripka AH juga terbilang berat. Ia harus menjalani penempatan khusus (patsus) selama 21 hari. Tak hanya itu, ia juga dikenakan sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat selama enam bulan.

Kasubbag Humas Polres Pasuruan Kota, AKP Endy Purwanto membenarkan hal itu. “Yang bersangkutan didampingi pendamping hukum yakni AKP Sumadji,” katanya saat ditemui di Mapolres Pasuruan Kota.

Sejumlah anggota dari lintas satuan di Polres hingga jajaran Polsek juga turut hadir menyaksikan sidang tersebut. Endy berharap kasus itu tak terulang kembali. Terlebih, ia juga mengingatkan kepada anggota lainnya agar tidak melakukan perbuatan yang melanggar kode etik Korps Bhayangkara.

Berdasarkan catatannya, kata Endy, sejak 2018 lalu baru terdapat kasus semacam itu kali ini. Bripka AH sebelumnya telah dilaporkan oleh istrinya sendiri terkait dugaan pelanggaran disiplin nikah siri.

“Setelah menerima laporan, kami melakukan proses lidik. Kira-kira memakan waktu sebulan setelah laporan, baru disidangkan pada hari ini,” jelas perwira polisi dengan tiga setrip dibahunya itu.

“Hukuman yang diterima cukup berat. Kami berharap ini menjadi pembelajaran bagi anggota yang lain,” tandasnya. (tom/fun)