Tiket Masuk Pertama Gunung Bromo di Probolinggo Naik, Target PAD Naik

SUKAPURA, Radar Bromo – Mulai awal Juli 2019, Pemkab Probolinggo menaikkan retribusi masuk ke Gunung Bromo. Harapannya, PAD dari Gunung Bromo ikut naik.

Pemkab Probolinggo pun berencana menaikkan target PAD Gunung Bromo. Kenaikannya pun cukup tinggi. Pada APBD 2019, PAD dari retribusi Gunung Bromo ditarget Rp 1 miliar. Pada Perubahan APBD, target PAD akan dinaikkan menjadi Rp 1,8 miliar.

Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo menyebutkan, retribusi masuk ke kawasan Bromo naik sebesar Rp 2.500. Semula Rp 7.500, naik menjadi Rp 10.000. Kenaikan retribusi itu telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) tentang Pariwisata.

Hal itu disampaikan Kasi Destinasi Wisata pada Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Budaya (Disporaparbud) Kabupaten Probolinggo. Saat dikonfirmasi, Musa tidak menampik kenaikan retribusi masuk kawasan Bromo dari Kabupaten Probolinggo. Semula dari Rp 7.500 menjadi Rp 10.000.

”Retribusi masuk yang dinaikkan itu, di pintu masuk pertama, sebelum tiket masuk TNBTS. Jadi, retribusi ini murni masuk ke Pemkab Probolinggo,” katanya.

Musa menjelaskan, kenaikan retribusi masuk kawasan Bromo ini sudah ditetapkan dalam perubahan perda tentang pariwisata tahun 2019. Dengan harapan, PAD Kabupaten Probolinggo dari Bromo terus naik. Bahkan, atas kenaikan retribusi masuk itu, target PAD dari kawasan Bromo pun bakal dinaikkan saat PAK 2019.

”Kenaikan retribusi masuk mulai diberlakukan per 1 Juli kemarin. Harapannya, bisa menaikkan PAD,” terangnya.

Musa menjelaskan, pada APBD 2019, PAD Bromo ditargetkan Rp 1 miliar. Nah, dalam perubahan APBD 2019, target dinaikkan menjadi sekitar Rp 1,8 miliar.

Pihaknya terus berupaya untuk mendorong target PAD itu tercapai sampai melampaui. ”Capaian realiasi PAD dari Kawasan Bromo hingga akhir Juni atau semester pertama kemarin sekitar Rp 800 juta,” terangnya. (mas/hn)