Polisi Usut Dugaan Pencurian Kayu Sonokeling di Jalur Bangil-Pandaan

BANGIL, Radar Bromo – Polres Pasuruan mulai melakukan penelusuran terkait dugaan pencurian kayu tepi jalan jenis sonokeling. Penyelidikan itu dilakukan, setelah pihak kepolisian menerima laporan atas hilangnya kayu-kayu tersebut.

Hal ini diungkapkan Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Dewa Putu Prima. Ia mengakui, sudah ada aduan atas kasus hilangnya kayu-kayu sonokeling. Pihaknya pun tengah memprosesnya dengan melakukan penyelidikan.

Penyelidikan yang dilakukan, baru sebatas menggali keterangan dari pihak-pihak yang terkait. “Sudah ada beberapa orang yang kami mintai keterangannya sebagai saksi,” kata Dewa.

Hanya saja, Dewa tak menyebutkan siapa saja saksi yang dimaksud. Namun, bisa jadi, mereka adalah ASN dari DLH maupun Bina Marga Kabupaten Pasuruan.

Kasus dugaan pencurian itu sendiri muncul, setelah banyaknya pohon-pohon jenis sonokeling yang ditebang. Penebangan yang dilakukan, bukan serta-merta untuk pemangkasan. Melainkan besar kemungkinan sengaja dicuri.

Sebab, hanya sonokeling yang diincar. Sementara pohon jenis lain dibiarkan. Pohon-pohon yang ditebangi itu, tersebar di sejumlah tepian jalan. Baik di ruas jalan Bangil-Pandaan ataupun Cangkringmalang-Gununggangsir. Kegiatan itu berlangsung sejak kisaran 2018 lalu.

Ada yang menyebutkan, kalau pohon tersebut bernilai tinggi. Satu pohon bisa bernilai jutaan rupiah.

Kabid Perencanaan Dinas PU Bina Marga Kabupaten Pasuruan, Bagus Eko mengakui, adanya penebangan pohon sonokeling di sejumlah tepian jalan. Bahkan, pihaknya pun mengaku, sudah mengadukan ke kepolisian.

“Jumlahnya berapa yang dipotong, kami tidak tahu persisnya. Yang jelas sudah dilakukan pelaporan ke pihak kepolisian,” ulasnya. (one/fun)