414 Ribu Jiwa Belum Miliki Sanitasi Layak, Butuh Puluhan Miliar dan Waktu Seratus Tahun untuk Menuntaskan

KRAKSAAN, Radar Bromo – Pemerintah Kabupaten Probolinggo nampaknya harus bekerja keras untuk mengurangi warganya yang suka buang air besar (BAB) sembarangan. Pasalnya, Sebanyak 36 persen warga masih melakukan kegiatan BAB sembarangan.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo dari Sandex Godex USAID IUWASH PLUS, warga Kabupaten Probolinggo yang masih BAB sembarangan sekitar 36,09 persen. Angka itu berarti sekitar 414.317 jiwa yang masih belum memiliki akses sanitasi layak.

Untuk membuat semua masyarakat yang belum memiliki sanitasi layak, seikitnya dibutuhkan dana sekitar Rp 24 miliar. Jika dana itu sudah ada, maka dipastikan penuntasan bisa dilakukan sekitar 100 tahun kedepan. Itupun dengan catatan, pertambahan penduduk 0 persen.

Alun Dulkaidi, Wash Facilitator Kabupaten Probolinggo mengatakan, ia tidak menampik jika masih ada masyarakat yang BAB sembarangan. Menurutnya, hal itu memang sulit untuk diatasi. “Perlu cara ekstra untuk melakukan pemberantasan mengenai masyarakat BAB sembarangan,” ujarnya.

Menurutnya, selain fokus dalam melakukan pembangunan WC komunal, upaya meyadarkan masyarakat harus terus kontinyu. Pasalnya, selain ketidakadaan WC, masih ada masyarakat yang berpikir, mereka tidak puas jika tidak BAB di sungai.

“Ada kaitannya mengenai mindside. Soalnya pola pikir masyarakat itu kadang kala tidak puas ketika tidak BAB di sungai. Kadang mereka juga ada WC, tetapi itu tidak digunakan. Mereka malah lebih enak di sungai,” ungkapnya.

Karena itu, kedepan pihaknya menggandeng pemkab untuk berupaya mengurangi masyarakat yang BAB sembarangan. Namun, itu tidak akan berjalan mudah. Pola pikir masyarakat tidak bisa dilakukan secara langsung. Tetapi, harus melakukan perlahan.

“Sosialisasi penting. Karena masalah sanitasi ini banyak dampaknya. Karena itu, harus dilakukan dan mengurangi masyarakat untuk BAB sembarangan,” ungkap pria yang akrab disapa Alun itu. (sid/fun)