Kalah Lagi, Mental-Fisik Persekap Banyak Terkuras

PASURUAN Mentalitas pemain Persekap, benar-benar dipertaruhkan dalam laga uji coba melawan Persijap Jepara, Sabtu (20/7). Bayu Handika cs itu, kali pertama melakoni laga uji coba di luar homebase-nya.

Para pemain Persekap, juga harus tampil di hadapan para suporter tim tuan rumah. Hal itu ternyata menjadi salah satu dampak pada hasil laga. Persekap harus menelan kekalahan dengan skor 1-0.

Pelatih Persekap Aris Budi Prasetyo menyebut, laga uji coba ini menjadi momen penting bagi timnya. Terutama, untuk menambah jam terbang. “Apalagi yang dihadapi notabene tim yang levelnya di atas kami,” ujarnya.

Pertandingan yang tersaji di Gelora Bumi Kartini, itu berlangsung sengit. Tim tuan rumah yang mendapat suntikan para pendukungnya berupaya menekan tim tamu. Jual-beli serangan sempat terjadi. Meski hingga turun minum tidak satupun gol dihasilkan dua tim.

Babak kedua menjadi ajang meraup poin bagi Persijap. Tim berjuluk Laskar Kalinyamat, itu mulai mencari celah untuk menembus pertahanan Persekap. Tak lama kemudian, tim besutan Pabio Olviera, itu berhasil mencetak gol.

Umpan yang diterima striker Ari Ridwan mampu dikontrol dengan baik. Pemain belakang Persekap tak mampu membendungnya. Ari berhasil mencatat namanya pada papan skor di menit ke 65.

Tertinggal satu gol, arek-arek Persekap berambisi menyamakan kedudukan. Laskar Suropati -julukan Persekap- juga menata pola penyerangan secara lebih rapi. Sayang, kerja keras mereka tak berhasil. Hingga menit akhir, Persijap unggul dengan skor 1-0.

Usai pertandingan, Aris menyampaikan jika pola permainan anak asuhnya mulai mengalami peningkatan. Setidaknya hal itu terlihat dari transisi bola dari lini pertahanan ke depan. “Hanya saja memang anak-anak terkendala di fisiknya. Terkuras dalam perjalanan yang cukup jauh. Recovery-nya kurang,” ujarnya.

Dia juga menegaskan hasil laga uji coba itu akan dievaluasi penuh. Tak hanya fisik pemain, tapi juga mengasah kembali teknik permainan hingga penyelesaian akhir. “Kami benahi lagi apa saja yang masih kurang dikuasai anak-anak. Kalau fisik sudah pasti, nanti juga akan kami pertajam lagi mengenai finishing touch. Ini yang belum ada di mereka,” ujarnya. (tom/rud)