Pengedar Pil asal Kalikajar di Paiton Dibekuk di Warkop

PAJARAKAN – Hamzah, 48, warga Kalikajar, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo diamankan kepolisian, Kamis (18/7) lalu. Penyebabnya, dia diduga mengedarkan pil sediaan farmasi tanpa izin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bromo, Hamzah di tangkap sekitar pukul 18.00. Ia ditangkap saat berada di sebuah warung kopi di Dusun Krajan, Desa Pondok Kelor, Paiton. Saat ditangkap, ia tidak melakukan perlawanan. Setelah itu, langsung dibawa ke Mapolres Probolinggo untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Iptu Sujilan, Kasat Reskoba Polres Probolinggo mengatakan, penangkapan itu bermula dari laporan masyarakat. Dalam laporannya, masyarakat resah lantaran pelaku sering bertransaksi pil. Dari dasar itulah Satreskoba melakukan penyelidikan.

“Setelah kami pastikan kebenarannya, kemudian kami langsung melakukan penangkapan,” ungkapnya.

Saat ditangkap pelaku memang benar membawa barang bukti. Yaitu berupa 27 paket pil dextro. Setiap paket berisi 8 butir dengan jumlah keseluruhan 216, satu buah plastik klip warna bening; uang tunai sebesar Rp 112.000, satu buah dompet warna hitam; 1 buah tas kresek warna hitam; dan juga 1 buah handphone warna gold.

“Pelaku dan barang buktinya kami amankan di mako. Kami akan terus memberantas peredaran barang-barang semacam itu,” ungkapnya.

Karena perbuatannya, pelaku dikenakan pasal 197 sub 196 UU RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Dalam pasal itu mengatur, setiap orang dengan sengaja menyimpan dan mengedarkan sediaan farmasi atau obat-obatan yang tidak memenuhi standar persyaratan keamanan, bisa diproses hukum. (sid/fun)