Cuaca Berangin, Pasokan Ikan Laut di Kota Probolinggo Berkurang

MAYANGAN – Kondisi cuaca berangin di Kota Probolinggo mulai berpengaruh pada hasil tangkapan ikan di Kota Probolinggo. Frekuensi nelayan melaut yang berkurang selama musim angin, membuat ketersediaan ikan segar juga berkurang.

Sudiman, kepala Dinas Perikanan Kota Probolinggo menjelaskan, selama ini sebenarnya tidak ada larangan melaut bagi nelayan. Nelayan sendiri yang mengurangi frekuensi melaut selama musim angin. Akibatnya, ketersediaan ikan selama musim angin ini jauh berkurang.

“Memang ada penurunan aktivitas melaut. Selama musim angin, aktivitas nelayan tidak sebanyak sebelum musim angin ini,” ujar Sudiman, Jumat (19/7).

Indikasi berkurangnya stok ikan terlihat dari berkurangnya aktivitas penurunan ikan hasil tangkapan nelayan dari laut. Biasanya, penurunan ikan dari kapal dilakukan seminggu dua kali. Yaitu, Selasa dan Kamis. Namun, sekarang bisa kurang dari itu.

“Biasanya penurunanan tangkapan ikan dari nelayan dilakukan seminggu dua kali. Setiap selasa dan kamis. Sekarang kurang dari itu,” ujarnya.

Indikasi lain yang tampak yaitu masuknya ikan beku di pasar. Ikan-ikan ini sebelumnya disimpan di cold storage atau tempat pendinginan. Namun, sekarang dijual ke masyarakat. Tujuannya, menurut Sudiman, tidak lain untuk memenuhi kebutuhan ikan segar di pasar.

“Ikan-ikan yang dibekukan juga sudah dijual untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Untuk menjaga ketersediaan ikan, menurutnya, Dinas Perikanan juga memantau ketersediaan ikan segar di daerah lain. Jika ada stok berlebih di daerah lain, bisa dipasarkan di kota untuk memenuhi kebutuhan warga.

“Selain itu, kebutuhan ikan juga bisa dipenuhi dari ikan budi daya. Seperti bandeng dan nila yang produksinya tidak terpengaruh cuaca,” ujarnya.

Saat ini, menurut Sudiman, harga bandeng di pasar naik. Sebab, permintaan meningkat. “Sekarang harga bandeng Rp 20 ribu per kilogram. Padahal sebelumnya tidak sampai Rp 20 ribu,” ujarnya. (put/hn)