Membunuh dan Membakar di Wonorejo, Tiga Terdakwa Divonis 20 Tahun

DIBUNUH DENGAN KEJI: Jenazah korban saat hendak dibawa usai ditemukan tewas dengan luka bekas jeratan dan terbakar. Inset: Korban Sya’roni (kanan atasI dan Imam Sya’roni (kanan bawah) (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

BANGIL – Tiga terdakwa pembunuhan dan pembakaran terhadap Syakroni, 58 dan Imam Sya’roni, 70, divonis melakukan pembunuhan berencana. Mereka diganjar hukuman 20 tahun penjara dan 12 tahun penjara.

Ketiga terdakwa adalah M. Dhofir, 59 dan istrinya, Nanik Purwanti, 30, warga Desa Jatigunting, Kecamatan Wonorejo, Kabupaten Pasuruan. Serta Zainudin, 30, warga Desa Wonosari, Kecamatan Wonorejo, yang tak lain santri Dhofir.

M. Dhofir divonis 20 tahun penjara lantaran dianggap menjadi otak dalam pembunuhan tersebut. Sementara Nanik dan Zainudin, diganjar hukuman 12 tahun penjara. “Sudah divonis ketiga terdakwa. Vonisnya berbeda,” kata Ketua Majelis Hakim PN Bangil Hadi Ediarsyah.

Ia menambahkan, putusan itu dijatuhkan lantaran tindakan yang dilakukan terdakwa terbilang keji. Mereka tak hanya membunuh dua korbannya. Tetapi, juga sampai membakar korban.

Ketiganya dinilai melanggar pasal 340 jo 55 KUHP tentang Pembunuhan Berencana. Pembunuhan itu pun dilakukan bersama-sama. “Perbuatan mereka keji,” sambungnya.

Dhofir dijatuhi hukuman paling berat lantaran menjadi otak dalam pembunuhan tersebut. Dalam sidang tuntutan oleh JPU Kejari Kabupaten Pasuruan Andik Hamsyah, Dhofir sebenarnya hanya divonis 18 tahun. Namun, oleh majelis hakim vonisnya ditambah dua tahun menjadi 20 tahun.

Sementara dua lainnya, mendapat hukuman di bawah tuntutan JPU. Karena sebelumnya, mereka dituntut 17 tahun penjara. Namun, oleh majelis hakim keduanya diganjar hukuman 12 tahun penjara.

Sidang yang berlangsung kemarin (18/7) itu, digelar bersamaan. Hanya saja, tanpa kehadiran Dhofir yang sedang sakit. “Orangnya tidak bisa hadir karena sakit,” terang PH ketiga terdakwa, Wiwik.

Wiwik mengaku, masih pikir-pikir untuk putusan Dhofir dan Zainudin. Sementara untuk Nanik Purwanti, menerima.

Kasus itu sendiri berlangsung 19 Januari 2019. Tersangka Dhofir tega membunuh karena sakit hati terhadap Syakroni, 58, warga Kecamatan Rembang. Dhofir merasa ditipu atas promo umrah murah yang diberikan Syakroni.

Sebab, ternyata umrah yang dijanjikan, tidak ada kejelasan. Padahal, banyak pengikutnya yang ikut dan sudah membayar. Akibatnya, banyak pengikutnya yang meninggalkannya.

Kesal, Dhofir pun membunuh keduanya dengan cara diracun. Setelah itu, mayat Syakroni dan rekannya, Imam Sya’roni, warga Kraton, dibakar. Sampai jasad keduanya dipergoki warga. (one/fun)