Harga Cabai Masih Tinggi, Begini yang Dilakukan Pemkot Pasuruan

TUNGGU PEMBELI: Pedagang cabai di Pasar Besar Pasuruan menjajakan dagangannya. Sejauh ini harga cabai di Kota Pasuruan masih berkutat di Rp 70-75 ribu perkilogram. (Foto: M Zubaidillah/Jawa Pos Radar Bromo)

Related Post

PANGGUNGREJO – Masyarakat Kota Pasuruan sepertinya harus lebih bersabar untuk melihat harga cabai kembali normal. Pasalnya, sejauh ini, harga cabai di sejumlah pasar tradisional masih tinggi. Pemkot belum dapat memastikan turunnya harga salah satu komoditi yang digemari masyarakat itu.

Kasi Perlindungan dan Pengawasan Konsumen pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Subhan Widi mengungkapkan pemantauan di empat pasar di Kota Pasuruan, harga cabai masih tinggi. Yaitu mencapai kisaran Rp 70 ribu sampai 75 ribu.

“Pemantauan di Pasar Kebonagung, Pasar Gadingrejo, Pasar Karangketug dan Pasar Besar untuk komoditi lain, seperti sayur mayur dan daging ayam memang cenderung stabil. Namun, harga cabai tetap tinggi,” ungkapnya.

Subhan-sapaan akrabnya menjelaskan Disperindag tidak dapat memastikan kapan harga cabai ini kembali normal. Pasalnya, kenaikan harga ini disebabkan oleh musim dimana banyak petani cabai mengalami gagal panen.

Disperindag sendiri masih berkoordinasi dengan Pemprov untuk segera mencari solusi. Saat ditanya tentang kemungkinan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga, pihaknya mengaku tidak dapat memastikannya. Karena operasi pasar merupakan kewenangan Pemprov.

“Yang jelas kami masih terus koordinasi dengan Pemprov. Mudah-mudahan harga kembali stabil. Kisaran kalau harga normal untuk cabai rawit itu Rp 20 ribu. Untuk sementara, kami minta masyarakat untuk bersabar,” sebut Subhan. (riz/fun)