Wanita ODGJ Ini Ancam Petugas Terminal dengan Pisau, Akhirnya Diamankan Satpol PP

KADEMANGAN – Orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) kembali berulah di Kota Probolinggo. Setelah seseorang dengan ODGJ mengancam membakar SPBU beberapa waktu lalu, Rabu (18/7) siang ODGJ kembali berulah. Kali ini terjadi di terminal Bayuangga. Penderita ODGJ yang mengamuk bahkan mengacam petugas terminal dengan senjata tajam.

Informasinya, insiden itu terjadi sekitar pukul 15.45. Saat itu terminalk ramai akan pengunjung. Tiba-tiba saja, seorang wanita yang diketahui ODGJ, mengamuk. Kontan saja hal itu membuat pengunjung resah. Bahkan, wanita ODGJ tersebut, sempat mendatangi petugas di terminal, seraya mengancam dengan pisau.

Nugroho, selaku Motoris di terminal mengatakan bahwa, orang gila yang mengamuk itu sangat meresahkan. Sebab, penderita ODGJ yang usianya sekitar 50 tahun itu, bukan pertamakalinya mengamuk di terminal. “Sudah tiga kali orang gila ini mengamuk disini,” terangnya.

DUA KALI: Di warung kopi milik Umik (inset), penderita ODGJ juga pernah mengamuk, bahkan memukul pemiliknya. (Foto: Agus Faiz Musleh/Jawa Pos Radar Bromo)

Nugroho menyebutkan, sekitar 4 bulan yang lalu juga sudah pernah diamankan Satpol PP karena mengamuk di warung milik Umik. Bahkan, pemilik warung yang saat itu tengah membuat kopi, sempat dipukul di dahi hingga mengeluarkan darah. Beruntung pada saat kejadian ada petugas terminal, yakni Rohman selaku petugas administrasi yang kebetulan ada di tempat kejadian, melerai.

Setelah perkelahian tersebut, Nugroho yang saat itu juga melihat kejadian langsung melapor polisi. “Hanya saja polisi mengatakan bahwa Undang-undang untuk orang gila tersebut tidak ada,” ucap Nugroho.

Sejak kejadian tersebut, pihak terminal sejatinya sudah mendatangi keluarga korban di desa Jrebeng Kulon. “Tapi pihak keluarga sudah angkat tangan” ucapnya. Keluarga penderita ODGJ sudah pernah membawa ke Rumah Sakit Jiwa. (mg1/fun)