Polemik Semipro di Stadion Menggelinding, Muncul Spanduk Penolakan

MAYANGAN – Penolakan terhadap penggunaan Stadion Bayuangga untuk acara Seminggu di Kota Probolinggo (Semipro) terus menggelinding. Sebuah baliho Semipro di perempatan Flora dicoret. Di tempat yang sama, dipasang spanduk penolakan terhadap Semipro.

Spanduk berwarna putih yang ditulis dengan cat itu, dipasang di pagar. Di banner tertulis, No Semipro, Love Persipro. Belum diketahui siapa yang memasang spanduk tersebut. Beberapa warga sekitar yang ditanya kompak menjawab tidak tahu.

Ketua Suporter Jinggomania Suhartono saat dikonfirmasi juga mengaku tidak tahu siapa yang memasang banner itu. Apakah warga atau suporter Semipro. Pihaknya pun saat ini masih mencari, siapa yang memasang spanduk tersebut.

Kendati demikian, Suhartono menilai pemasangan spanduk itu merupakan hal yang wajar. Spanduk dipasang sebagai bentuk protes terhadap rencana penggunaan Stadion Bayuangga untuk Semipro.

Intinya, pemasang tidak ingin dan tidak rela stadion rusak hanya karena ditempati hiburan dan pameran. Bahkan, pria yang dikenal dengan nama Tono Tambayong itu juga meminta kegiatan Semipro tidak digelar di stadion.

Jika panitia bersikukuh, pihaknya mengancam akan menggelar aksi turun untuk menolak pelaksaan Semipro di stadion. “Pokoknya jangan di sana. Masih banyak tempat lain,” terangnya, Rabu (17/7) sore.

Tono –panggilannya menilai-, panitia Semipro terlalu memaksakan diri menggunakan stadion untuk Semipro. Padahal, lebih dari 10 tahun Semipro digelar, tidak pernah sekalipun menempati stadion.

Tono menyadari, suporter tidak memiliki kewenangan mengatur penggunaan stadion. Tapi sebagai warga, suporter berhak menjaga stadion.

“Kami sebagai warga merasa ikut memiliki. Kalau untuk olahraga, monggo kami tidak mempermasalahkan. Kalau untuk hiburan, ya jangan. Kami tetap menolak,” ujarnya.

Jinggomania sempat rapat pada Jumat (12/7) untuk membahas masalah itu. Hasilnya, Koordinator Lapangan Jinggomania Joffry Probo Wicaksono mengatakan, pemakaian stadion yang menjadi kandang Persipro tersebut tak disoal. Asalkan tidak mengganggu jalannya kompetisi Liga 3.

Dia juga berharap Semipro tidak digelar di dalam lapangan. Sebab, menggelar Semipro di dalam lapangan, akan merusak kualitas rumput yang ada.

Namun, ada juga Jinggomania yang menyesali pemakaian stadion untuk Semipro. Salah satunya Rahmad Yogana, sekretaris Jinggomania. Dia menyesali penggunaan Stadion Bayuangga untuk acara Semipro yang tidak melibatkan Jinggomania, meski hanya untuk sekadar berdiskusi.

Sementara itu, Gogol Sudjarwo, ketua panitia Semipro mengaku sudah menyerahkan sepenuhnya persoalan stadion ke Disdikpora. Mengingat, pengelola Stadion Bayuangga di bawah kewenangan Disdikpora.

Kan kewenangannya Disdikpora. Kami sudah menghubungi Pak Maskur (Kepala Disdikpora Moch. Maskur, Red.). Ya, untuk bertemu dengan Persipro atau suporter,” katanya singkat. (rpd/hn)